Semua kampung memiliki cerita unik tentang asal muasal penyebutannya. Termasuk Kampung Bugel di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang yang selalu dikaitkan dengan cerita etos kerja penduduk masa lalunya.
Burhanudin dalam bukunya berjudul “Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang” menceritakan penyebutan Kampung Bugel dapat dilacak sejak lama. Masyarakat setempat mempercayai penyebutan “Bugel” diambil akronim tutur “ngedebug angel.” Istilah ini marujuk pada sifat etos kerja masyarakat setempat yang dinilai kurang giat bekerja.
”Katanya dulu ada cerita ‘ngedebug angel’ artinya kurang giat. Bukan karena malas, kebanyakan warga setempat memang berbisnis emas, tukang bikin gelang, bikin cincin, bikin kalung, hampir satu kampung ini tukang emas semua. Walaupun bikinnya sedikit tapi mahal, jadi seolah-olah mereka semua kerjaannya kurang giat sebab biar sebentar sudah menghasilkan uang,” tulis Burhanudin.
Berdasarkan informasi tersebut, penyebutan Kampung Bugel terus berkembang dari masa ke masa. Hal ini semakin absah ketika Bugel diambil sebagai nama kawasan Perumahan Bugel Mas Indah seiring berkembangnya Kota Tangerang sebagai salah satu kota hunian yang berkembang pesat sampai sekarang.
”Perumahan Bugel Mas Indah ini penanda kawasan ini. Dulunya perkebunan yang luas dengan kampung-kampung kecil yang cemplak-cemplok begitu. Dari sana, perkebunan bertanah merah ini berkembang menjadi kawasan perumahan,” tambahnya.
Saat ini, Kampung Bugel menjadi salah satu kelurahan terpadat di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Kampung Bugel juga memiliki terletak di lokasi yang sangat strategis di antara Jalan Raya Gatot Subroto (Tangerang-Serang) dan Jalan Raya Moh. Toha (Kabupaten Tangerang-Kota Tangerang).