Normalisasi Kali Angke terus dipercepat sebagai bagian dari solusi penanganan banjir di Kota Tangerang dan sekitarnya. Berdasarkan hasil peninjauan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Wali Kota Tangerang Sachrudin, pekerjaan normalisasi yang sedang berjalan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Menteri PUPR Dody Hanggodo menuturkan, normalisasi sedang dilakukan bersama yang melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, Pemprov Banten, serta sejumlah pemerintah daerah di bantaran Kali Angke. Normalisasi akan mencakup penanganan pendangkalan dan penyempitan yang menjadi penyebab utama banjir setiap musim penghujan tiba.
“Saya tadi terjun langsung melihat sendiri permasalahan yang menjadi penyebab banjir di wilayah bantaran Kali Angke. Ada masalah pendangkalan sampai penyempitan yang sedang ditangani melalui normalisasi dengan melibatkan peran pemeritah daerah,” ujar Dody selepas agenda Susur Sungai di sepanjang 3,5 kilometer aliran Kali Angke (Pondok Bahar-Bendungan Polor), Jumat (30/10/26).
Di tempat yang sama, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan, normalisasi Kali Angke telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Proses pembebasan lahan di wilayah Kecamatan Karang Tengah untuk mendukung pelebaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Angke telah mencapai 33 persen.
“Kami terus berkerja maksimal sesuai dengan kewenanganan dalam upaya bersama normalisasi Kali Angke. Sejauh ini, kami sudah melakukan pembebasan lahan untuk kepentingan pelebaran sungai yang ditargetkan bisa dilakukan di sepanjang 600 meter berada di wilayah Kelurahan Pedurenan Karang Tengah,” tambah Sachrudin.
Selain itu, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah untuk menormalisasi Kali Angke diharapkan dapat berjalan lancer sesuai dengan target yang ditentuka, sehingga dampak manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara langsung.