Senin, 19 Oktober 2026
Tangerang, oC

Sachrudin-Maryono Gaungkan PHBS Jadi Gaya Hidup

Senin, 19 Oktober 2026 16:30 WIB
27
Share
Wali Kota Tangerang H. Sachrudin memberikan arahan kepada jajaran aparatur wilayah saat kegiatan monitoring dan pembinaan kewilayahan di Kantor Kecamatan Karawaci, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan disiplin aparatur, kualitas pelayanan publik, serta kesadaran masyarakat dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (Sumber : Prokopim Kota Tangerang)

Hidup bersih dan sehat bukan sekadar menjaga lingkungan tetap rapi, tetapi membangun kebiasaan baik yang dimulai dari rumah dan dilakukan setiap hari. Untuk mewujudkannya, Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat pembinaan kewilayahan, sekaligus memastikan pelayanan publik dan kepedulian terhadap lingkungan agar terus berjalan, yang dilaksanakan pada Senin (19/10/2026).

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, saat memimpin langsung pembinaan di Kantor Kecamatan Karawaci, mengingatkan pentingnya kedisiplinan aparatur, pelayanan yang berkualitas, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Gerakan Indonesia ASRI.

Menurut Sachrudin, kebiasaan hidup bersih dan sehat perlu tumbuh dari kesadaran masyarakat, bukan sekadar mengikuti imbauan atau memenuhi penilaian Adipura. Karena itu, aparatur wilayah hingga tingkat RT dan RW memiliki peran penting dalam mengajak serta mendampingi warga.

“Yang terpenting adalah membangun kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat secara mandiri dan berkelanjutan. Peran camat, lurah, RW, RT, hingga Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) sangat penting karena mereka berinteraksi langsung dengan warga,” ujarnya.

Sachrudin menegaskan, menjaga kebersihan tidak boleh hanya dilakukan saat ada penilaian atau demi meraih penghargaan. Lebih dari itu, kebersihan harus menjadi budaya bersama yang dijaga secara konsisten demi kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

Pada waktu yang sama, Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, didampingi Sekretaris Daerah Kota Tangerang, H. Herman Suwarman, melakukan monitoring dan pembinaan di Kecamatan Karang Tengah, Cipondoh, dan Larangan.

Maryono, menekankan bahwa lingkungan yang bersih perlu diiringi pelayanan publik yang responsif. Untuk itu, seluruh aparatur kewilayahan harus menjaga kedisiplinan, tanggap terhadap aspirasi warga, serta sigap dalam menangani persoalan di lapangan.

“Kunci pelayanan prima dan lingkungan yang bersih adalah kekompakan serta responsivitas aparatur. Seluruh jajaran harus sigap mendengarkan aspirasi warga dan konsisten menjaga kebersihan serta ketertiban lingkungan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat memulai PHBS dari hal-hal sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, melakukan penghijauan, serta memelihara keamanan dan ketertiban.

“Mari kita jaga kebersihan dan lakukan penghijauan di lingkungan masing-masing. Mulai dari kebiasaan sederhana, kita wujudkan lingkungan yang semakin asri, sehat, dan nyaman bagi keluarga,” ajak Maryono.

Melalui pembinaan berkelanjutan dan peran aktif warga, diharapkan dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, dengan PHBS menjadi kebiasaan yang tumbuh dari setiap rumah.