Pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak anak berada di usia dini. Hal tersebut menjadi perhatian Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tangerang melalui program DWP Mengajar yang kali ini hadir di TK Islam Gunung Jati, Kota Tangerang, Kamis (5/11/26).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program DWP Mengajar yang diinisiasi DWP Pusat dan dilaksanakan di berbagai wilayah. Melalui program ini, DWP berupaya mendukung pendidikan anak usia dini dengan mengenalkan nilai-nilai akhlak, adab, serta literasi melalui kegiatan belajar yang menyenangkan.
Wakil Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Tangerang, Yayat Sugiarti Herman, mengatakan pendidikan merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi masa depan. Karena itu, DWP Mengajar tidak hanya berfokus pada penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga penguatan nilai-nilai moral dan perilaku positif sejak dini.
“Fokus utama kami adalah pendidikan, terutama menyampaikan tentang akhlak dan adab. Kami juga menghadirkan literasi dengan konsep belajar sambil bermain agar anak-anak bisa menerima pembelajaran dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, anak-anak TK Islam Gunung Jati mendapatkan pengalaman belajar yang dikemas secara interaktif. Selain materi pendidikan, kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan badut dan sulap yang menghibur sekaligus menarik perhatian anak-anak.
“Kami berharap DWP Mengajar tidak hanya dilaksanakan di tingkat kota, tetapi juga bisa dilakukan di tingkat bawah. Pendidikan sangat utama, terlebih kita mengacu pada wajib belajar 13 tahun. Pendidikan awal, akhlak, dan karakter menjadi hal paling penting bagi anak-anak masa kini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala TK Islam Gunung Jati, Marlina, menyambut positif kehadiran DWP Kota Tangerang melalui program tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan dan pendidikan anak usia dini.
“Alhamdulillah, anak-anak mendapatkan ilmu yang bermanfaat, sekaligus hiburan dari badut dan sulap. Kolaborasi ini sangat bagus karena menunjukkan adanya perhatian terhadap pendidikan anak usia dini,” ungkap Marlina.
Ia berharap program DWP Mengajar dapat terus berlanjut dan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif yang inovatif. ”Dengan begitu, anak-anak memiliki pengalaman belajar yang lebih beragam serta kesempatan untuk mengenal hal-hal baru di luar pembelajaran rutin di sekolah,” pungkasnya.