Jumat, 30 Oktober 2026
Tangerang, oC

Pemberdayaan Perempuan Jadi Ukuran Pembangunan, IDG Kota Tangerang Naik 2,19 Poin

Kamis, 29 Oktober 2026 13:11 WIB
47
Share
Foto bersama DP3AP2KB Kota Tangerang dan TP PKK Kota Tangerang dalam acara Giat Partisipasi Perempuan Dalam Berpolitik Tahun 2025, di Aula DP3AP2KB Kota Tangerang, Provinsi Banten, Senin (6/10/25). (Sumber : TP PKK Kota Tangerang) (ZIDAN FEBRIANSYAH)

Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan yang inklusif. Di Kota Tangerang, capaian Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) tercatat meningkat sebesar 2,19 poin, mencerminkan perkembangan peran perempuan dalam kehidupan ekonomi dan politik.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Tihar Sopian menjelaskan, pembangunan responsif gender perlu diwujudkan melalui kebijakan dan program yang membuka kesempatan setara bagi perempuan dan laki-laki, termasuk dalam memperoleh akses pendidikan, pekerjaan, serta ruang pengambilan keputusan.

IDG merupakan indikator yang digunakan untuk melihat sejauh mana perempuan berperan aktif dalam kehidupan ekonomi dan politik. Pengukurannya mencakup keterlibatan perempuan di parlemen, peran perempuan dalam jabatan manajerial dan profesional, serta kontribusi perempuan terhadap pendapatan kerja.

”Semakin tinggi nilainya, semakin besar peran aktif perempuan dalam aspek-aspek tersebut. Dengan itu, Kota Tangerang menunjukkan progress positif terhadap keaktifan perempuan di aspek ekonomi hingga politik,” tutur Tihar, Kamis (29/10/26).

Untuk memperkuat pemberdayaan perempuan, Pemkot Tangerang menjalankan program lintas sektor yang mencakup peningkatan kualitas hidup perempuan, pengembangan usaha produktif, serta perluasan kesempatan kerja.

“Program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemandirian perempuan sekaligus memperluas keterlibatan mereka dalam pembangunan daerah,” katanya.

Pada sektor ekonomi, dukungan diberikan melalui pembinaan kelompok wanita tani dan pengembangan kapasitas pelaku usaha perempuan. Pemkot Tangerang juga mendorong pemanfaatan platform digital agar perempuan pelaku usaha dapat memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk.

Sementara itu, pemberdayaan perempuan juga mencakup peningkatan kapasitas sosial dan politik agar perempuan memiliki kesempatan lebih luas untuk menyampaikan pendapat, berpartisipasi dalam organisasi, serta terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

”Melalui penguatan program dan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Tangerang berharap peningkatan IDG dapat diikuti dengan manfaat nyata bagi masyarakat,” harapnya.

Pemberdayaan perempuan tidak hanya tercermin dalam capaian indeks, tetapi juga melalui kesempatan yang semakin terbuka bagi perempuan untuk mandiri secara ekonomi, berpartisipasi dalam kehidupan publik, dan berkontribusi dalam pembangunan Kota Tangerang.