Rabu, 28 Oktober 2026
Tangerang, oC

Ketimpangan Gender Menurun, Kota Tangerang Perkuat Akses Pembangunan yang Setara

Rabu, 28 Oktober 2026 10:04 WIB
35
Share
Kegiatan verifikasi Lapangan Evaluasi Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) Republik Indonesia yang berlangsung di Ruang Tangerang Live Room Jl. Satria - Sudirman, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (27/10/26). (Sumber : Diskominfo Kota Tangerang) (ALWAN ARDIANSYAH)

Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat pembangunan responsif gender untuk memperluas akses dan kesempatan yang setara bagi perempuan dan laki-laki.

Berdasarkan paparan pembangunan responsif gender Pemkot Tangerang, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kota Tangerang tercatat sebesar 0,328, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Banten sebesar 0,418.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Tihar Sopian menjelaskan, pembangunan responsif gender menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang setara untuk mengakses layanan dan berpartisipasi dalam pembangunan.

Upaya ini dilakukan melalui penguatan program lintas sektor yang memperhatikan kebutuhan masyarakat.

”IKG merupakan indikator untuk mengukur ketimpangan gender melalui sejumlah dimensi, termasuk kesehatan reproduksi, pemberdayaan dan partisipasi dalam pasar tenaga kerja. Nilai IKG yang lebih rendah menunjukkan tingkat ketimpangan gender yang lebih kecil berdasarkan indikator yang diukur,” jelas Tihar, Rabu (28/10/26).

Pelaksanaan pembangunan responsif gender di Kota Tangerang dilakukan melalui strategi Pengarusutamaan Gender (PUG), yakni mengintegrasikan perspektif gender dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kebijakan pembangunan.

Tercatat, sebanyak 40 perangkat daerah terlibat dalam pelaksanaan program pembangunan responsif gender.

“Pada sektor pendidikan dan kesehatan, upaya tersebut diwujudkan melalui bantuan pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu, Beasiswa Tangerang Cerdas, fasilitasi sekolah inklusi, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan stunting,” papar Tihar.

Sementara itu, pemberdayaan ekonomi dilakukan melalui dukungan terhadap kelompok wanita tani, pengembangan usaha produktif, perlindungan pekerja rentan, serta layanan ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas.

Keterlibatan berbagai perangkat daerah diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan.

Pemkot Tangerang terus mendorong agar pembangunan responsif gender memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga.

“Melalui penguatan kebijakan, koordinasi lintas sektor dan evaluasi program, upaya mewujudkan kesetaraan diharapkan tidak hanya tercermin dalam indikator pembangunan, tetapi juga dalam akses pendidikan, kesehatan, ekonomi dan kesempatan berpartisipasi yang semakin setara,” pungkasnya.