Selasa, 27 Oktober 2026
Tangerang, oC

Libatkan 23 Komite Sekolah, Pemkot Tangerang Tanamkan Kesadaran Pangan Sehat Sejak Dini

Selasa, 27 Oktober 2026 11:21 WIB
39
Share
Sambutan Wali Kota Tangerang Sachrudin dalam acara Festival Pangan B2SA Kota Tangerang di Plasa Puspem Kota Tangerang, Kecamatan Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (27/10/26). (Sumber : Diskominfo) (MUHAMMAD FIRDAUS SULAIMAN)

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menggelar Festival Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) yang melibatkan 23 komite sekolah tingkat SD dan SMP di Plaza Puspem Kota Tangerang, Selasa (27/10/26).

Kegiatan ini diselenggarakan guna menanamkan kesadaran pentingnya pola konsumsi pangan sehat dan bergizi sejak dini untuk mencetak generasi penerus yang cerdas dan sejahtera.

Festival Pangan B2SA ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Tangerang dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus mempersiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masa depan yang unggul.

Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan, pemenuhan gizi seimbang sangat krusial bagi tumbuh kembang anak, baik dari aspek kesehatan fisik maupun kemampuan berpikir dalam proses belajar mengajar.

"Program B2SA ini adalah langkah Pemkot Tangerang dalam memikirkan masa depan generasi penerus. Kita ingin masyarakat menyajikan makanan bukan hanya sekadar kenyang, tetapi juga bergizi dan seimbang agar anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia," ujar Sachrudin.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Muhdorun, mengungkapkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat agar tidak bergantung sepenuhnya pada beras.

Terlebih, luas lahan sawah produktif di Kota Tangerang saat ini tersisa sekitar 88 hektare dengan produksi kurang lebih 700 ton per tahun, yang masih jauh dari kebutuhan tahunan masyarakat.

"Konsumsi beras kita masih cukup tinggi yaitu sekitar 72 kilogram per kapita per tahun, sementara umbi-umbian seperti ubi jalar baru sekitar 3,19 kilogram per orang per tahun. Padahal, sumber karbohidrat sangat beragam, mulai dari umbi-umbian, pisang, hingga sukun yang dapat tumbuh subur di pekarangan rumah di Kota Tangerang," jelas Muhdorun.

Di tengah tantangan musim kemarau panjang, DKP Kota Tangerang terus mengupayakan ketahanan pertanian lokal dengan mendistribusikan bantuan pompa air kepada kelompok tani (poktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Hasilnya, sejumlah komoditas alternatif seperti melon lokal kini berhasil dibudidayakan langsung oleh KWT di Kota Tangerang.

Guna memperkuat edukasi di lingkungan sekolah, DKP Kota Tangerang membentuk Kader Anak Sehat (KAS). Para pelajar pilihan ini dilatih untuk menjadi penggerak bagi teman sebaya agar lebih selektif dalam memilih jajanan sehat yang bebas dari bahan kimia berbahaya seperti pewarna tekstil atau pengawet buatan.

"Festival ini kita meriahkan dengan berbagai kegiatan, di antaranya lomba pengolahan pangan lokal yang diikuti para orang tua dan komite sekolah, serta lomba pembuatan poster bertema B2SA dan gerakan Stop Boros Pangan oleh para siswa," tambahnya.

Selain itu, para pemenang mendapatkan uang pembinaan serta penghargaan sebagai bentuk apresiasi untuk terus membudayakan konsumsi pangan sehat di lingkungan keluarga dan sekolah.

"Melalui sinergi lintas sektor ini, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan B2SA semakin meningkat, sehingga ketahanan pangan daerah semakin tangguh dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan," terangnya.