Senin, 19 Oktober 2026
Tangerang, oC

Perluas Pasar, Bazar KWT di Puspem Kota Tangerang Catat Penjualan Sayur Segar Jutaan Rupiah

Senin, 19 Oktober 2026 15:05 WIB
91
Share
Forum Kelompok Wanita Tani (KWT) Kota Tangerang terus memperluas pemasaran hasil bumi melalui kegiatan bazar bulanan di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang. Digelar pada Jumat (9/10/26), kegiatan ini menjadi upaya mendekatkan produk pertanian dan olahan KWT kepada konsumen, khususnya pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang. (Sumber : ) (ZIDAN FEBRIANSYAH)

Forum Kelompok Wanita Tani (KWT) Kota Tangerang terus memperluas pemasaran hasil bumi melalui kegiatan bazar bulanan di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang.

Digelar pada Jumat (9/10/26), kegiatan ini menjadi upaya mendekatkan produk pertanian dan olahan KWT kepada konsumen, khususnya pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang.

Ketua Forum KWT Kota Tangerang Tina Maretina dari KWT Mina, mengatakan bazar bulanan ini menjadi salah satu sarana bagi kelompok wanita tani untuk memasarkan hasil budi daya sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota melalui penjualan produk secara langsung.

Sejumlah KWT yang berpartisipasi dalam bazar kali ini antara lain KWT Gemas Implan, KWT Urang Baraya, KWT Bugel, KWT Hijau Daun, KWT Deskorda dan KWT Mancing. Masing-masing kelompok membawa produk unggulan untuk ditawarkan kepada pengunjung.

“Produk yang dijual beragam, mulai dari sayuran segar hasil budi daya KWT, produk olahan pangan, hingga produk UMKM seperti beras dan melon. Kehadiran bazar ini memberikan kesempatan bagi kelompok tani dan pelaku usaha untuk menjangkau konsumen yang lebih luas di lingkungan Puspem Kota Tangerang,” papar Tina.

“Dari penjualan sayuran segar saja, satu KWT dapat memperoleh omzet sekitar Rp1 juta. Capaian tersebut belum termasuk penjualan produk lainnya, seperti olahan pangan dan komoditas tambahan yang dibawa masing-masing kelompok,” tambahnya.

Selain sayuran segar, penjualan beras juga mencatat hasil positif. Sebanyak 10 karung beras terjual dengan harga Rp80 ribu per karung, sehingga menghasilkan nilai penjualan Rp800 ribu dari komoditas tersebut.

“Bazar bulanan ini tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga ruang promosi bagi hasil pertanian dan produk olahan anggota KWT. Melalui kegiatan rutin tersebut, kelompok wanita tani memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produk, membangun hubungan langsung dengan konsumen, serta melihat kebutuhan pasar,” jelasnya.

Pemasaran langsung di lingkungan Puspem juga diharapkan dapat membantu meningkatkan nilai ekonomi hasil budi daya. Dengan akses pasar yang lebih dekat, anggota KWT dapat mengembangkan usaha secara bertahap dan memperoleh peluang pendapatan dari produk yang dihasilkan.