Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menghadirkan berbagai program untuk mendukung perkembangan santri, mulai dari kesehatan, pendidikan keagamaan, penguatan kelembagaan pesantren, hingga pembinaan bakat dan prestasi.
Berbagai upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap peran santri dalam membangun generasi muda yang sehat, berkarakter dan berdaya saing.
Momentum Hari Santri Nasional menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan pembangunan masyarakat.
Karena itu, dukungan terhadap santri tidak hanya berfokus pada pendidikan agama, tetapi juga mencakup aspek kesehatan, kesejahteraan, serta pengembangan potensi diri.
Berikut sederet program dan bentuk dukungan yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang perkembangan santri di Kota Tangerang:
1. Program Pesantren Sehat
Melalui Dinas Kesehatan, Pemkot Tangerang mengembangkan program Pesantren Sehat untuk meningkatkan kualitas kesehatan santri.
Kegiatannya meliputi edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pengukuran kebugaran, pemeriksaan kesehatan, serta pembinaan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Pada 2025, kegiatan advokasi dan pengukuran kebugaran tercatat dilaksanakan di lima pesantren dengan total 500 peserta.
2. Edukasi Kesehatan Mental Santri
Pemkot Tangerang turut memberikan perhatian terhadap kesehatan mental santri melalui kegiatan sosialisasi masalah kejiwaan di lingkungan pesantren.
Pada April 2025, Dinas Kesehatan menggelar edukasi yang melibatkan santri dan tenaga pengajar dari sejumlah pesantren, dengan dukungan psikolog.
3. Beasiswa Santri BAZNAS
Dukungan pendidikan juga hadir melalui program Beasiswa Santri BAZNAS Kota Tangerang. Pada 2024, program ini menargetkan 40 santri berprestasi dari keluarga duafa dengan bantuan sebesar Rp3 juta per santri.
4. Dukungan Hibah bagi Lembaga Keagamaan
Pemkot Tangerang juga memberikan dukungan terhadap lembaga keagamaan melalui penyaluran hibah.
Pada 2026, bantuan hibah dialokasikan kepada 108 organisasi dan lembaga keagamaan, yang mencakup berbagai jenis lembaga, termasuk pondok pesantren dan madrasah diniyah.
5. Program Pelajar Tangerang Mengaji
Program Pelajar Tangerang Mengaji menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pendidikan Al-Qur'an dan pembentukan karakter generasi muda.
Program ini melibatkan pengajar agama dan lingkungan pendidikan Islam dalam mendorong kemampuan membaca serta menghafal Al-Qur'an. Data wisuda tahfiz pada 2024 mencatat sebanyak 10.522 pelajar.
6. Liga Santri Kota Tangerang
Pemkot Tangerang juga mendukung pengembangan bakat dan prestasi santri melalui kompetisi olahraga, salah satunya Liga Santri.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan kemampuan sepak bola, membangun sportivitas, serta mempererat silaturahmi antarpesantren.
7. Grha Santri dan Penguatan Kolaborasi Pesantren
Dukungan terhadap santri juga diwujudkan melalui penguatan komunikasi dan kolaborasi antarlembaga pesantren.
Keberadaan Grha Santri 2210 dalam lingkungan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren Kota Tangerang menjadi salah satu ruang untuk mempererat koordinasi dan mendukung kegiatan keagamaan.
Melalui berbagai program tersebut, Pemkot Tangerang mendorong agar santri memperoleh kesempatan untuk berkembang secara menyeluruh.
Dukungan terhadap kesehatan, pendidikan, kelembagaan, dan prestasi menjadi bagian penting dalam memperkuat peran santri sebagai generasi penerus yang berkontribusi bagi masyarakat.