Pelatihan Chatbot Angkatan 5 Tahun 2026 memasuki hari ketiga pelaksanaan. Kegiatan yang berlangsung 26 Agustus-3 September 2026 tersebut digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Tangerang dengan diikuti sebanyak 16 peserta, Jumat (28/8/2026).
Pelatihan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan keterampilan digital masyarakat, khususnya dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pemasaran dan pengembangan usaha.
Instruktur Pelatihan Chatbot Angkatan 5 Tahun 2026 Bayu Asta mengatakan, pelatihan tidak hanya berfokus pada pembuatan chatbot, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan membuat website, desain konten penjualan, serta dasar-dasar digital marketing.
“Intinya adalah pembuatan chatbot yang fungsinya membantu customer service, pemasaran digital, dan e-commerce. Peserta juga diajarkan membuat website serta desain konten untuk penjualan dan pemasaran,” ujar Bayu.
Ia menjelaskan, pelatihan menggunakan metode teori dan praktik secara langsung. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan berbagai produk digital sesuai kebutuhan usaha masing-masing.
“Alhamdulillah peserta cukup antusias dan bisa menyerap materi dengan baik karena langsung dipraktikkan. Kalau sudah punya bisnis, apa yang mau dijual bisa langsung kita buatkan websitenya dan dapat dikembangkan untuk digunakan,” jelasnya.
“Harapannya bagi teman-teman yang punya visi untuk mulai berbisnis, meskipun dari kecil, mudah-mudahan bisa menjadi langkah awal. Mereka tidak hanya sekadar memasang barang di platform jual beli, tetapi sudah memiliki bekal digital marketing dan website,” tuturnya.
Salah satu peserta, Muhammad Misdi dari Kecamatan Periuk mengaku, pelatihan ini merupakan pengalaman pertamanya. Ia mengikuti pelatihan untuk menambah keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam mengembangkan usaha.
“Ini pertama kali saya mengikuti pelatihan chatbot. Tujuannya untuk menambah skill atau kemampuan, terutama kalau nanti saya ingin membuka usaha,” kata Misni.
Ia mengatakan, dirinya memiliki usaha keluarga berupa kuliner laksa yang selama ini belum dikembangkan secara optimal melalui platform digital. Ia berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan dapat membantu memperluas pemasaran usahanya secara online.
"Saya berharap dengan pelatihan ini dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan pribadi sekaligus mendukung pengembangan usaha di masa mendatang," tutupnya.