Kamis, 23 Juli 2026
Tangerang, oC

Meriahkan Festival Cisadane 2026, DPAD Kota Tangerang Sediakan 1.300 Buku hingga Game Digital Edukatif

Kamis, 23 Juli 2026 17:42 WIB
55
Share
Booth DPAD Kota Tangerang di Festival Cisadane yang berlokasi di Jl. Benteng Makasar, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Kamis (23/7/26) (Sumber : Diskominfo) (MUHAMMAD FIRDAUS SULAIMAN)

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang turut menyemarakkan gelaran tahunan Festival Cisadane dengan menghadirkan booth pelayanan literasi dan pengarsipan interaktif bagi warga masyarakat Kota Tangerang.

Menempati booth khusus di area Festival Cisadane 2026, DPAD memboyong sebanyak 1.300 eksemplar koleksi buku berkualitas. Dari total koleksi tersebut, sekitar 60 persen atau kurang lebih 700 eksemplar difokuskan untuk segmen anak-anak guna menumbuhkan minat baca sejak dini melalui sajian bacaan yang ramah, edukatif dan menarik.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangerang Engkos Zarkasyi menyampaikan, keberadaan booth ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman literasi yang menyenangkan sekaligus menghadirkan solusi kearsipan bagi keluarga.

"Kehadiran booth DPAD di Festival Cisadane 2026 merupakan komitmen kami untuk mendekatkan layanan literasi dan kearsipan langsung ke tengah masyarakat. Kami menyediakan lebih dari 1.300 eksemplar buku, di mana 60 persen di antaranya dikhususkan bagi anak-anak agar budaya membaca tumbuh sejak dini lewat cara yang menyenangkan," ujar Engkos.

Selain area baca yang nyaman, stand DPAD menyajikan beragam aktivitas interaktif anak, seperti mewarnai gratis, storytelling, sulap edukatif, serta game digital "EvernFate". Khusus kunjungan rombongan sekolah, DPAD juga membagikan doorprize berupa buku bacaan dan krayon.

Selain itu, terdapat Layanan LESTARI (Layanan Enkapsulasi Arsip Tangerang Terintegrasi) menjadi salah satu inovasi yang paling diminati pengunjung karena memberikan solusi modern dalam merawat serta memelihara dokumen berharga masyarakat, seperti ijazah, akta kelahiran, dan sertifikat.

"Masyarakat bisa membawa dokumen penting seperti ijazah atau sertifikat untuk dienkapsulasi menggunakan plastik khusus astrolon secara gratis dan hanya memakan waktu sekitar lima menit, tanpa risiko merusak kertas seperti halnya laminating panas," jelas Engkos.

Ia juga memaparkan keberhasilan program TPBIS (Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial). Dalam dua tahun berturut-turut, Kota Tangerang berhasil masuk sebagai salah satu nominator terbaik tingkat nasional.

"Keberhasilan DPAD menjadi salah satu nominator terbaik dua tahun berturut-turut dalam program TPBIS membuktikan bahwa perpustakaan bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku. Melalui TPBIS, ilmu dari buku kita aplikasikan menjadi keterampilan nyata masyarakat, seperti seni batik eco-print dari dedaunan hingga pemanfaatan bahan bekas menjadi keramik bernilai estetika dan ekonomi," tutupnya.