Jumat, 10 Juli 2026
Tangerang, oC

Asal-usul Wilayah Neroktog Kota Tangerang: Kisah Garong hingga Kampung Perdamaian

Kamis, 09 Juli 2026 17:37 WIB
160
Share
Foto udara Kantor Kelurahan Neroktog yang berlokasi di Jl. KH. Hasyim Ashari, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Provinsi Banten. (Sumber : Diskominfo Kota Tangerang) (ALWAN ARDIANSYAH)

Setiap nama daerah pasti menyimpan lembaran sejarah unik yang membentuk identitasnya saat ini. Salah satunya adalah Kelurahan Neroktog yang kini berada di bawah wilayah administrasi Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Berdasarkan buku dari Burhanudin dalam karyanya yang berjudul "Melacak Asal-Muasal Kampung di Kota Tangerang", nama Neroktog lahir dari dua versi cerita rakyat yang sangat menarik, mulai dari cerita tentang hewan ternak yang digarong hingga kisah melunaknya para jawara tangguh.

"Pada tahun 1990-an Neroktog adalah kampung yang masuk ke dalam Desa Pinang. Baru tahun 2000-an, Neroktog secara definitif menjadi kelurahan dan menjadi bagian dari Kecamatan Pinang," tulis Burhanudin.

Menurut bukunya, nama Neroktog erat kaitannya dengan situasi di zaman maraknya aksi perampokan atau garong. Pada masa itu, banyak warga yang menitipkan hewan ternak berupa sapi atau kerbau di kampung ini.

Ia menjelaskan, bahwa letak geografis Neroktog yang diapit Kali Angke dan Rawa Cipondoh membuat ruang gerak para pencuri ternak menjadi terbatas atau mentok.

“Karena ke mana-mana mentok jadilah kampung ini Kampung Neroktog," terangnya.

Sementara itu pada versi kedua, seorang sesepuh setempat bernama Benteng (75) menjelaskan bahwa istilah 'mentok' tersebut juga berasal dari sejarah perselisihan para jawara yang selalu selesai ketika menginjakkan kaki di wilayah ini.

Ia mengisahkan, dahulu para jawara dari berbagai daerah kerap datang untuk mengadu ilmu kesaktian, tetapi perselisihan mereka selalu selesai atau mentok dan berujung pada perdamaian serta persaudaraan di kampung ini.

"Sampai ada yang bilang kalo kampung ini adalah seperti kampung ‘wadon’ (perempuan), sebab sekuat apapun jawaranya kalo sudah di sini mah lemah aja. Atas dasar melunaknya ego para jawara yang selalu berakhir damai dan mentok inilah, sebutan Kampung Neroktog kian melekat dan abadi hingga menjadi nama kelurahan seperti yang dikenal saat ini," tutupnya.