Jumat, 26 Juni 2026
Tangerang, oC

Sekda Dorong DMI Jadi Penggerak Ekonomi dan Pemberdayaan Umat

Kamis, 25 Juni 2026 17:30 WIB
20
Share
Herman Suwarman pada acara Rapat Sinergi Strategis Majelis Mustasyar, Majelis Pakar dan Majelis Ekonomi Syariah, Ruang Patio, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (25/06/2026). (Sumber : Prokopim Kota Tangerang)

Sekretaris Daerah Kota Tangerang, H. Herman Suwarman, menegaskan pentingnya penguatan sinergi antar-majelis dalam tubuh Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Tangerang agar mampu menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Sinergi Strategis Majelis Mustasyar, Majelis Pakar, dan Majelis Ekonomi Syariah PD DMI Kota Tangerang, yang digelar di Patio Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (25/06/2026).

Menurutnya, penguatan kolaborasi internal DMI menjadi kunci agar masjid tidak hanya berperan sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai simpul penggerak ekonomi, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

“Sinergi antar-majelis harus mampu melahirkan satu gerak bersama. Majelis Mustasyar memberikan arah kebijakan, Majelis Pakar memperkuat basis kajian, dan Majelis Ekonomi Syariah menjadi penggerak implementasi ekonomi umat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa dengan lebih dari 400 masjid yang tersebar di 13 kecamatan, Kota Tangerang memiliki modal sosial yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat berbasis masjid.

“Masjid harus menjadi ruang yang hidup. Tidak hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat lahirnya solusi atas persoalan umat, mulai dari peningkatan pendidikan, layanan sosial, hingga penguatan ekonomi syariah yang inklusif,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sekda berharap penguatan sinergi tersebut dapat mendorong lahirnya program-program DMI yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan, sehingga benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Dengan sinergi yang kuat, kita ingin memastikan masjid benar-benar menjadi pusat peradaban yang menghadirkan manfaat nyata bagi umat, bukan hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga sosial dan ekonomi,” pungkasnya.