Sabtu, 06 Juni 2026
Tangerang, oC

Kolaborasi KWT Cempaka Asri Kota Tangerang dan UMB Bangun Groundwater Tank Berbasis Smart Rain Garden

Jumat, 05 Juni 2026 13:45 WIB
38
Share
Penyiraman setelah penanaman bibit kangkung di Kegiatan Kolaborasi KWT Cempaka Asri Kota Tangerang dan UMB Bangun Groundwater Tank Berbasis Smart Rain Garden yang berlokasi di Perumahan Pinang Griya Permai, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Jumat (5/6/26). (Sumber : Diskominfo Kota Tangerang) (ALWAN ARDIANSYAH)

Menghadapi tantangan perubahan iklim, Universitas Mercu Buana (UMB) menginisiasi program pengabdian masyarakat strategis di Kota Tangerang.

Melalui kolaborasi erat dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Cempaka Asri di Perumahan Pinang Griya Permai, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Universitas Mercu Buana (UMB) berhasil membangun infrastruktur modern berupa Groundwater Tank (GWT) yang terintegrasi dengan konsep Smart Rain Garden.

Ketua KWT Cempaka Asri Nyimas Tri Dewi mengungkapkan, setelah mendapat pendampingan dari pihak akademisi UMB dan pelatihan metode perawatan tanaman dari DLH Kota Tangerang, kapasitas anggota KWT dalam mengelola pertanian urban kini meningkat drastis.

"Kami mendapatkan ilmu baru mengenai teknologi pertanian dan manajemen air. Tanggapan seluruh anggota sangat baik dan kami berterima kasih kepada UMB serta DLH," terangnya.

Selain itu, program yang melibatkan sosialisasi intensif kepada sekitar 53 warga ini turut menggandeng Program Kampung Iklim (Proklim) setempat. Keberadaan GWT berbasis Smart Rain Garden ini diharapkan tidak menjadi sekadar proyek sesaat, melainkan aset jangka panjang yang dijaga bersama secara swadaya.

"Harapannya, KWT Cempaka Asri bisa semakin mandiri. Hasil panen sayur-sayuran segar ini nantinya tidak hanya dikonsumsi sendiri, melainkan dapat diperjualbelikan di lingkungan warga, seperti saat arisan atau kegiatan PKK, guna menambah pemasukan kas dan membantu perekonomian rumah tangga," ungkapnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing dari Universitas Mercu Buana Dr. Ir. Uly Amrina menyampaikan, keberhasilan program ini merupakan sinergi antara akademisi, pemerintah dan masyarakat.

"Konsep yang kami usung berfokus pada manajemen air berkelanjutan. Saat musim hujan tiba, limpasan air hujan ditampung secara optimal untuk mencegah banjir lokal atau luapan air di pemukiman. Di musim panas, air yang tersimpan di dalam tandon bawah tanah tersebut dialirkan kembali untuk menyiram tanaman penunjang pangan di atasnya," jelasnya.

Ia menambahkan, proyek ini unggul karena mengintegrasikan teknologi cerdas berupa Smart Rain Garden bersensor pintar di atas area tandon air bawah tanah tersebut.

"Sensor ini mampu mendeteksi tingkat kelembaban tanah dan kebutuhan air tanaman, sehingga proses penyiraman vegetasi KWT berjalan sangat efisien dan terukur tanpa membuang pasokan air secara percuma," ungkapnya.