Rabu, 15 Juli 2026
Tangerang, oC

Belajar dari Kebakaran 2023, Pemkot Tangerang Perkuat Sistem Pengelolaan TPA Rawa Kucing

Rabu, 15 Juli 2026 14:10 WIB
108
Share
(Arsip) Alat berat ekskavator melakukan penataan sampah di TPA Rawa Kucing Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Provinsi Banten. (Sumber : Dinas Kominfo Kota Tangerang) (IMAM DWI SAPUTRA)

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat sistem pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing sebagai upaya mengantisipasi potensi kebakaran pada musim kemarau.

Berbagai langkah penataan dan mitigasi dilakukan sebagai hasil evaluasi pascakebakaran yang terjadi pada 2023 lalu, sekaligus untuk meningkatkan keamanan dalam pengelolaan sampah di Kota Tangerang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Wawan Fauzi mengatakan, saat ini berbagai langkah pencegahan telah diterapkan secara rutin, mulai dari penutupan timbunan sampah menggunakan tanah merah (cover soil), penyiraman area landfill, pembersihan gulma kering, hingga pengawasan selama 24 jam oleh petugas di TPA Rawa Kucing.

"Pascakejadian 2023, kami melakukan berbagai evaluasi dan menyusun langkah antisipasi. Terlebih setelah adanya peringatan potensi cuaca ekstrem, seluruh upaya pencegahan kami perkuat agar potensi kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin," ungkap Wawan, Rabu (15/7/26).

Selain meningkatkan pengawasan, DLH Kota Tangerang juga membentuk tim respons cepat yang didukung lima toren air berkapasitas masing-masing 10 ribu liter di sejumlah titik strategis area landfill. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mempercepat penanganan apabila muncul titik api, dengan target waktu respons kurang dari 10 menit.

Wawan menambahkan, kesiapsiagaan tersebut turut diperkuat melalui pelatihan penanggulangan kebakaran bersama BPBD, TNI, Polri, serta sosialisasi rutin kepada petugas dan para pemulung agar bersama-sama menjaga keamanan TPA Rawa Kucing.

“Tidak hanya berfokus pada mitigasi kebakaran, Pemkot Tangerang juga terus melakukan transformasi pengelolaan sampah melalui revitalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), optimalisasi pengelolaan gas metana, serta pembangunan RDF Hub yang akan mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif,” paparnya.

“Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan dan mendukung target zero waste di Kota Tangerang,” tambahnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam mengurangi risiko kebakaran dengan memilah sampah sejak dari rumah, memanfaatkan bank sampah, serta mengurangi sampah yang dikirim ke TPA.

"Kalau pemerintah dan masyarakat berkolaborasi, sampah bukan lagi menjadi masalah, tetapi bisa menjadi sumber daya yang bermanfaat," tutupnya.