Selasa, 26 Mei 2026
Tangerang, oC

Mengenal Lebih Dekat Aplikasi CISADANE, Inovasi Pendidikan Inklusif Kota Tangerang

Selasa, 26 Mei 2026 10:10 WIB
62
Share
Pemkot Tangerang terus mewujudkan pendidikan yang ramah dan setara bagi seluruh anak, termasuk siswa penyandang disabilitas. Salah satunya melalui inovasi digital bertajuk CISADANE atau Central Informasi Sistem Administrasi Data Edukasi Inklusif. (Sumber : Dinas Pendidikan Kota Tangerang ) (ZIDAN FEBRIANSYAH)

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pendidikan (Dindik) terus mewujudkan pendidikan yang ramah dan setara bagi seluruh anak, termasuk siswa penyandang disabilitas. Salah satunya melalui inovasi digital bertajuk CISADANE atau Central Informasi Sistem Administrasi Data Edukasi Inklusif.

Aplikasi CISADANE hadir sebagai sistem terintegrasi yang mendukung pengelolaan data, layanan, hingga pendampingan pendidikan inklusif di Kota Tangerang.

“Melalui aplikasi ini, sekolah, dinas, Unit Layanan Disabilitas Pendidikan, guru, tenaga ahli, hingga orang tua dapat terhubung dalam satu platform layanan pendidikan inklusif,” papar Kepala Dindik Kota Tangerang Wahyudi Iskandar, Selasa (26/5/26).

Ia mengatakan, aplikasi CISADANE hadir untuk mendukung pendidikan inklusif yang lebih terintegrasi. Mulai dari pendataan murid penyandang disabilitas, layanan pendampingan, hingga komunikasi antara sekolah dan orang tua.

“Aplikasi ini memuat data profil murid penyandang disabilitas jenjang PAUD, SD, hingga SMP secara sistematis dan akurat. Mulai dari identitas murid, jenis kebutuhan khusus, hasil asesmen, riwayat pendidikan, hingga kebutuhan layanan pembelajaran di sekolah,” paparnya.

Selain itu, CISADANE juga dilengkapi data Guru Pendidikan Khusus (GPK) yang bertugas melakukan pendampingan pada sekolah penyelenggara pendidikan inklusif. Dengan sistem tersebut, proses monitoring, koordinasi dan distribusi layanan dapat dilakukan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Tidak hanya sekolah, orang tua juga bisa memantau perkembangan anak melalui fitur laporan perkembangan murid. Jadi, kolaborasi antara sekolah dan keluarga dapat berjalan lebih baik dalam mendukung tumbuh kembang anak,” jelas Wahyudi.

Lebih lanjut, CISADANE juga terintegrasi dengan layanan Unit Layanan Disabilitas Pendidikan yang menyediakan layanan konseling online maupun offline, asesmen psikologis dan klinis, hingga konsultasi pendidikan bagi sekolah dan orang tua.

“Diharapkan, lewat CISADANE, layanan pendidikan inklusif dapat semakin mudah diakses masyarakat, sekaligus menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih ramah, kolaboratif dan berpusat pada kebutuhan murid,” tutupnya.