Salah satu venue lokasi cabang perlombaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXV Kota Tangerang 2026 memberikan suasana yang berbeda. Tidak terdengar lantunan ayat suci, namun di tengah keheningan para peserta dengan penuh ketelitian menggoreskan pena membentuk ayat demi ayat Al-Qur’an menjadi karya seni bernilai tinggi.
Salah satu di antara puluhan peserta, Iqbal Khair asal Kecamatan Cipondoh menceritakan perjalanannya mengawali ketertarikannya sampai bisa mendapatkan kesempatan menjadi perwakilan Kafilah Kecamatan Cipondoh untuk menunjukkan kemampuannya di bidang seni kaligrafi.
Alumus Pesantren LEMKA Sukabumi tersebut mengawali perjalannya sejak 2016 silam ketika masih duduk di bangku SMA. Berlanjut mendalaminya secara lebih serius, ia merasa menggoreskan keindahan lewat seni kaligrafi merupakan panggilan jiwa yang menenangkan hati.
“Saya bisa sampai di titik ini tidak bisa dilepaskan dari konsistensi latihan setiap hari, rutin membaca Al-Qur’an setiap pagi sama sore, mencoba menulisnya per kata digores secara teliti, diulang-ulang terus pokoknya kaligrafi memang betul-betul diperlukan jiwa yang bersih,” ujar Iqbal, Selasa (28/7/26).
Tidak hanya itu, seni kaligrafi tidak hanya mengajarkan kemampuannya menulis indah melainkan melatih ketelitian, kedisiplinan, dan kecintaannya terhadap Al-Qur’an. Kaligrafi bahkan menjadi salah satu media dakwah syiar Islam yang menarik khususnya bagi generasi muda termasuk di Kota Tangerang.
“Peran para kaligrafer ini sangat penting bagi peradaban karena Al-Qur’an tidak akan bisa dibaca pada masa sekarang tanpa peran mereka. Dari insipirasi itulah saya menekuni kaligrafi ini apalagi media sosial turut memberikan peluang kaligrafi sekarang bisa berkembang lebih pesat lagi sampai nilai jualnya sangat tinggi,” tambahnya.
Saat ini, ia berharap dapat memberikan karya kaligrafi terbaik untuk meraih prestasi di MTQ XXV Kota Tangerang 2026 yang dapat menjadi gerbang bagi mimpinya menaklukkan panggung kompetisi kaligrafi di tingkat nasional sampai internasional.