Puskesmas Kunciran melakukan langkah proaktif dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui kegiatan kolaborasi lintas program yang dilaksanakan di Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Kamis (2/4/26).
Kegiatan ini mengintegrasikan program Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC), Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta deteksi dini kanker serviks melalui metode IVA test (Inspeksi Visual Asam Asetat).
Sebanyak 100 warga di wilayah kerja Puskesmas Kunciran diundang untuk mengikuti rangkaian pemeriksaan ini. Kolaborasi ini bertujuan untuk memaksimalkan penjaringan sasaran, mengingat kelompok usia produktif memiliki risiko yang serupa terhadap paparan TBC maupun risiko kanker serviks.
Kepala Puskesmas Kunciran dr. Dece Feriyeni menuturkan, integrasi ini dilakukan agar masyarakat, khususnya perempuan usia produktif (30-59 tahun), bisa mendapatkan layanan kesehatan menyeluruh dalam satu waktu.
"Karena sasarannya sama-sama usia produktif yang aktif berkegiatan, kami kolaborasikan. Sambil mendeteksi kemungkinan TBC, kita juga lakukan skrining kanker serviks melalui IVA test. Tujuannya untuk deteksi dini. Semakin cepat ditemukan, peluang sembuh akan jauh lebih besar," ungkap dr. Dece.
Untuk IVA test, pihak puskesmas menyediakan kuota hingga 50 peserta, dengan target minimal 20 hingga 30 sasaran terjaring. Jika ditemukan hasil positif pada IVA test, pasien tidak perlu panik karena akan dilakukan konsultasi lanjutan dengan dokter spesialis obgyn di rumah sakit untuk menentukan langkah pengobatan, seperti krioterapi atau pemeriksaan lanjutan lainnya.
"Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini secara maksimal. Melalui pemeriksaan gratis ini, warga bisa lebih memantau perkembangan kesehatan masing-masing secara rutin dan mandiri," tambahnya.
Lurah Kunciran Indah Yudi Hendra Permana menyampaikan, bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan hasil kolaborasi dengan pihak Puskesmas yang mencakup tes IVA, cek kesehatan gratis, serta deteksi dini TBC.
"Kami menggerakkan kader, ketua RW, dan RT agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini guna memantau perkembangan kesehatan masing-masing," sambungnya.
"Semoga warga Kunciran Indah semakin sadar untuk memantau perkembangan kesehatan masing-masing secara rutin, sehingga jika ada keluhan bisa segera ditangani sejak dini," kata Yudi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan angka penemuan kasus TBC secara aktif dapat meningkat dan kesadaran perempuan akan pentingnya deteksi dini kanker serviks semakin tinggi di wilayah Kunciran dan sekitarnya.