Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, radio amatir tetap relevan dan terus beradaptasi dengan teknologi terkini. Bahkan dalam situasi kebencanaan, radio amatir menjadi alternatif komunikasi yang sangat krusial ketika jaringan komunikasi lain mengalami gangguan.
Diusianya yang menginjak ke 5 tahun, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kota Tangerang terus menunjukkan eksistensinya salah satunya dengan kegiatan Cisadane Contest dalam rangka memperingati HUT ke-33 Kota Tangerang dan HUT ke-5 ORARI Lokal Kota Tangerang, Minggu (15/2/26).
Kegiatan yang digelar sebagai ajang promosi Kota Tangerang sekaligus edukasi ini menghubungkan operator radio dari seluruh Indonesia hingga luar negeri melalui tiga kategori band plan, yakni 10 meter (28 MHz), 40 meter (7 MHz), dan 80 meter (3,8 MHz).
Manager Cisadane Contest 2026, Johansyah, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana memperkenalkan Kota Tangerang lebih luas.
“Cisadane Contest ini kami selenggarakan untuk mempromosikan wilayah Kota Tangerang yang sedang berulang tahun. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi anggota-anggota pemula, baik dengan rekan-rekan ORARI di dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya.
Ia menambahkan, antusiasme peserta Cisadane Contest setiap tahunnya terbilang merata dari seluruh wilayah Indonesia. Bahkan dalam penyelenggaraan sebelumnya, partisipasi juga datang dari luar negeri seperti Malaysia, Amerika Serikat, dan Filipina.
"Antusias dari peserta kontes ini hampir merata se-Indonesia ya, hampir seluruh jangkauan yang bisa di cover oleh radionya bahkan luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa hobi radio amatir masih berkembang dan memiliki jaringan komunikasi global yang aktif."
“Dengan terselenggaranya Cisadane Contest 2026 dan Special Event Station tanggal 28 februari nanti, kita berharap, Kota Tangerang lebih dikenal lagi hingga mancanegara” tutup Johansyah.