Minggu, 08 Februari 2026
Tangerang, oC

CFD Spesial HUT ke-33 Kota Tangerang, DLH Launching Armada dan Gerobak Sampah

Minggu, 08 Februari 2026 11:04 WIB
91
Share
Guru dan Siswa/i Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) dalam Rangka Hari Peduli Sampah Nasional di jalan Veteran, Tugu Adipura, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Minggu (8/2/26) (Sumber : Dinas Kominfo Kota Tangerang) (IMAM DWI SAPUTRA)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang menggelar Car Free Day (CFD) spesial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang sekaligus Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), di kawasan Tugu Adipura Kota Tangerang, Minggu (8/2/26).

CFD kali ini dihadiri langsung Wali Kota Tangerang Sachrudin, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono beserta jajaran Forkopimda dan diramaikan ribuan masyarakat Kota Tangerang.

"Mengatasi masalah sampah tidak bisa sendirian atau secara parsial. Dalam hal ini, harus dilakukan bersama dari hulu hingga hilir, untuk sama-sama mengatasi masalah sampah. Yakni, untuk terus mengedukasi pemilahan sampah dari rumah," tutur Sachrudin, Wali Kota Tangerang.

"Ya, kita hidupkan bank sampah seluruhnya ditingkat RW serta seluruh komunitas. Dalam hal ini Pemkot Tangerang tak bisa sendirian, kata kuncinya bersama-sama untuk kota yang bersih, hijau, dan nyaman," tambahnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi menjelaskan, CFD kali ini cukup berbeda. Yaitu, seperti adanya lomba kebersihan antar wilayah tingkat RW, pemberian apresiasi kepada sekolah-sekolah tingkat kota, serta penghargaan bagi mitra yang berkontribusi dalam pengurangan sampah.

"Kami juga launching armada pengangkut sampah dan gerobak sampah, sebagai bagian dari penguatan layanan kebersihan di wilayah. Sebanyak 15 unit truk sampah tidak layak pakai, telah diperbaiki atau peremajaan," kata Wawan.

Selain itu, DLH juga menyalurkan secara simbolis ratusan unit gerobak sampah kepada RW di Kota Tangerang, yang merupakan lanjutan program pengadaan tahun 2025.

Wawan menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada armada dan sistem, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Sampah anorganik diharapkan masuk ke bank sampah unit di tingkat RW atau kelurahan, sedangkan sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau maggot di pusat pengolahan kami di TPA Rawa Kucing,” katanya.