Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berhasil menjaga stabilitas perekonomian daerah dengan menurunkan angka inflasi menjadi 2,13 persen (year on year) pada periode Oktober 2026.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono menuturkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) menujukkan, Kota Tangerang masih menjadi daerah dengan angka inflasi terendah di Provinsi Banten, yakni 2,13 persen (year on year) dan 0,16 persen (month to month) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,52.
“Kabar baik dari stabilitas perekonomian daerah ini bisa dilihat dari indeks inflasi Kota Tangerang yang mengalami sedikit penurunan. Kalau dilihat perbandingannya dengan bulan sebelumnya (September), indeks year on year dari 2,66 persen menjadi 2,13 persen, sedangkan month to month dari 0,27 persen menjadi 0,16 persen,” ujar Ruta, Rabu (4/11/26).
Ia melanjutkan, tren kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pokok masih menjadi penyebab inflasi di Kota Tangerang. Terutama komoditas cabai merah yang mengalami inflasi sebesar 20,42 dan cabai rawit sebesar 4,48 yang mendominasi sejak periode bulan sebelumnya.
”Komoditas penyumbang inflasi masih sama dengan bulan sebelumnya, kenaikan harga sejumlah bahan pokok, terutama harga yang cabai yang memang sedang melonjak serentak di semua daerah,” tambahnya.
Selain itu, Pemkot Tangerang terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga sekaligus ketersediaan pasokan untuk menjaga stabilitas menuju akhir tahun nanti.