Rabu, 28 Oktober 2026
Tangerang, oC

Tingkatkan Akses Pendidikan, Pemkot Tangerang Soft Launching Inovasi Pena Aksi

Rabu, 28 Oktober 2026 16:06 WIB
35
Share
Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman menandatangani Soft Launching Pena Aksi Tangerang yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Rabu (28/10/26). (Sumber : Diskominfo Kota Tangerang) (ALWAN ARDIANSYAH)

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam menangani Anak Tidak Sekolah (ATS). Melalui Dinas Pendidikan, Pemkot Tangerang secara resmi menggelar Soft Launching inovasi Pena Aksi Tangerang (Penuntasan Anak Tidak Sekolah melalui Akselerasi Kolaborasi Pentahelix di Kota Tangerang), Rabu (28/10/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Herman Suwarman memberikan apresiasi terhadap peluncuran Pena Aksi sebagai inovasi Dinas Pendidikan yang berawal dari Proyek Perubahan yang digagas oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Dwiana Langlang Nugraha, sebagai bentuk aksi nyata penguatan tata kelola penanganan ATS.

"Saya sangat mengapresiasi program yang diluncurkan. Mudah-mudahan dengan diluncurkannya Pena Aksi, penanganan anak tidak sekolah di Kota Tangerang bisa terlaksana dengan baik," ujar Herman.

Ia menjelaskan, penanganan ATS memerlukan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan kolaborasi Pentahelix yang melibatkan lima unsur mulai dari pemerintah, akademisi atau perguruan tinggi, dunia usaha, media, hingga komunitas masyarakat menjadi kunci utama.

"Melalui kolaborasi Pentahelix, kita bersama-sama menuntaskan anak tidak sekolah. Semua anak di Kota Tangerang harus bisa mengenyam pendidikan," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Dwiana Langlang Nugraha menerangkan, inovasi ini tidak sekadar hadir sebagai aplikasi pendataan biasa, melainkan dikembangkan untuk memperkuat sistem kerja kolaboratif lintas sektor dalam penanganan ATS secara berkelanjutan.

"Kondisi ini mendorong perlunya penguatan penjangkauan, validasi data, serta intervensi lintas sektor agar setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya," terang Dwiana.

Inovasi ini dikembangkan untuk mendukung ekosistem kebijakan Gampang Sekolah (Akses Mudah, Pendidikan Bermutu untuk Semua), khususnya pada penguatan akses dan pemerataan layanan pendidikan di Kota Tangerang.

"Pena Aksi dirancang untuk mengintegrasikan data, kolaborasi Pentahelix, intervensi sesuai kebutuhan anak, hingga monitoring yang berkelanjutan. Melalui momentum ini, dilakukan pula penandatanganan komitmen awal kolaborasi Pentahelix yang melibatkan 14 unsur pemangku kepentingan dan 13 camat se-Kota Tangerang," paparnya.

Dalam tahap implementasinya, Dinas Pendidikan Kota Tangerang telah menyusun SOP dan proses bisnis penanganan ATS serta mengembangkan dashboard Pena Aksi Tangerang. Uji coba awal dashboard dan pengelolaan data individual ATS dilaksanakan di Kecamatan Cipondoh sebagai wilayah percontohan.

Penguatan kelembagaan juga dilakukan melalui penyusunan Rancangan Peraturan Wali Kota tentang Pencegahan dan Penanganan ATS serta Rancangan Keputusan Wali Kota tentang Tim Koordinasi Daerah.

Selanjutnya, program ini ditargetkan untuk diluncurkan secara resmi oleh Wali Kota Tangerang pada rangkaian peringatan HUT ke-34 Kota Tangerang tahun 2027, setelah melalui penguatan implementasi, kesiapan sistem, dan kolaborasi lintas sektor.