Jumat, 23 Oktober 2026
Tangerang, oC

Tim Penilai RBI ke Jimpitan, Sekda: Kampung Tumbuh karena Semua Berdaya

Jumat, 23 Oktober 2026 20:45 WIB
5
Share
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menerima kunjungan Tim Penilai dan Verifikasi Rumah Bersama Indonesia (RBI) di Kampung Jimpitan Kompak Berbagi Berkah (KB2) Kelurahan Batu Jaya, Kecamatan Batu Ceper, Jum'at, (23/10/2026). (Sumber : Prokopim Kota Tangerang)

Kolaborasi dan kepedulian warga menjadi kekuatan Kampung Jimpitan Kompak Berbagi Berkah (KB2), Kelurahan Batu Jaya, Kecamatan Batuceper. Semangat tersebut mendapat perhatian saat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman, menerima kunjungan Tim Penilai dan Verifikasi Lapangan Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang dipimpin Hj. Irna Narulita Dimyati, Jumat (23/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung praktik kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman, inklusif, serta mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Dalam sambutannya, Herman, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim penilai. Ia berharap, proses penilaian dan verifikasi lapangan ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi, tetapi juga membuka ruang untuk berbagi praktik baik dan mendapatkan masukan bagi pengembangan Kampung Jimpitan ke depan.

“Kami menyambut baik kunjungan ini. Bagi kami, penilaian ini menjadi kesempatan untuk belajar, memperkuat hal-hal yang sudah berjalan, sekaligus mendapatkan masukan agar Kampung Jimpitan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Herman.

Ia menjelaskan, Kampung Jimpitan KB2 merupakan salah satu lokasi percontohan RBI di Kota Tangerang. Program ini sejalan dengan upaya menghadirkan ruang bersama yang mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya perempuan dan anak, dalam kehidupan sosial di lingkungan tempat tinggalnya.

Kepercayaan yang diberikan kepada Kota Tangerang, lanjut Herman, merupakan amanah yang harus dijaga dan diwujudkan melalui kerja nyata. Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari perubahan fisik atau capaian penghargaan, tetapi juga dari perubahan positif yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kampung yang baik adalah kampung yang membuat warganya semakin berdaya. Perempuan memiliki ruang untuk berkembang, anak-anak merasa aman dan terlindungi, serta seluruh warga memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan berkontribusi,” tegasnya.

Menurutnya, semangat Ruang Bersama Indonesia harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari tumbuhnya kepedulian ant warga, kuatnya gotong royong, hingga terciptanya lingkungan yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, kampung bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang bersama untuk saling mendukung dan bertumbuh.

Karena itu, Jajaran Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak agar upaya membangun lingkungan yang aman dan inklusif dapat berjalan secara berkelanjutan. Keterlibatan aktif warga menjadi kunci agar program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi memberikan dampak nyata.

Herman juga berharap, proses penilaian dan verifikasi lapangan ini menghasilkan rekomendasi konstruktif yang dapat memperkuat pengembangan Kampung Jimpitan KB2 sebagai ruang bersama yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Keberhasilan bukan semata-mata soal predikat atau penghargaan. Yang jauh lebih penting adalah perempuan semakin berdaya, anak-anak semakin terlindungi, dan semakin kompak membangun lingkungannya. Ketika semua warga berdaya, kampung pun akan tumbuh bersama,” pungkasnya.