Kamis, 15 Oktober 2026
Tangerang, oC

Dorong Usaha Makin Mandiri, Dinsos Kota Tangerang Perkuat Fondasi Pengelolaan Bisnis UMKM

Rabu, 14 Oktober 2026 14:06 WIB
26
Share
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang berkolaborasi dengan Hub UMKM PLN UID Banten yang dikelola Bahasabisnis.id menggelar pelatihan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan. (Sumber : ) (ZIDAN FEBRIANSYAH)

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang berkolaborasi dengan Hub UMKM PLN UID Banten yang dikelola Bahasabisnis.id menggelar pelatihan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan dan operasional bisnis agar lebih terstruktur, mandiri, serta berkelanjutan.

Kepala Dinsos Kota Tangerang Acep Wahyudi menjelaskan, pelatihan tersebut menghadirkan Founder Bahasabisnis.id sekaligus Koordinator UMKM PLN Banten, Edhy Surbakty, yang membagikan materi praktis seputar pengelolaan usaha.

”Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun fondasi bisnis yang sehat, dimulai dari kebiasaan mengelola keuangan secara tertib,” jelas Acep, Rabu (14/10/26).

Salah satu materi utama yang disampaikan adalah pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha. Langkah ini diperlukan agar pelaku UMKM dapat mengetahui kondisi keuangan bisnis secara lebih jelas, termasuk menghitung modal, pemasukan, pengeluaran, serta keuntungan yang diperoleh.

”Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya mencatat arus kas harian secara konsisten. Pencatatan tersebut dapat membantu pelaku usaha memantau perputaran uang, mengendalikan pengeluaran, serta mengambil keputusan bisnis berdasarkan kondisi keuangan yang sebenarnya,” papar Acep.

”Pengelolaan keuangan yang baik menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan UMKM. Dengan pencatatan yang teratur dan pemisahan keuangan yang jelas, pelaku usaha diharapkan dapat mengidentifikasi kendala bisnis lebih dini sekaligus menyusun langkah pengembangan usaha secara lebih terarah,” tambahnya.

Antusiasme peserta terlihat melalui keaktifan dalam berdiskusi dan merefleksikan kondisi usaha masing-masing. Interaksi tersebut menjadi kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk mengevaluasi kebiasaan pengelolaan bisnis sekaligus memahami hal-hal yang perlu diperbaiki agar usaha dapat berkembang.

”Melalui pembekalan yang praktis dan sesuai kebutuhan usaha, para peserta diharapkan semakin mampu mengelola bisnis secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan,” tutup Acep.