Selasa, 29 September 2026
Tangerang, oC

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, KIM Gerendeng Kota Tangerang Perkuat Mitigasi Risiko Lingkungan

Selasa, 29 September 2026 13:42 WIB
58
Share
Suasana kegiatan Workshop First Response Indonesia yang berlangsung di Lantai 2 Heartline Center, Villa Permata, Lippo Karawaci, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. (Sumber : Diskominfo) (MUHAMMAD FIRDAUS SULAIMAN)

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Gerendeng Kota Tangerang terus berkomitmen meningkatkan kapasitas anggotanya dalam mitigasi risiko lingkungan. Komitmen ini ditunjukkan melalui keikutsertaan KIM Gerendeng dalam Workshop First Response Indonesia yang berlangsung di Lantai 2 Heartline Center, Villa Permata, Lippo Karawaci.

Agenda edukatif tersebut, menjadi sarana bagi KIM Gerendeng untuk memperdalam pemahaman, terutama dalam memetakan potensi bencana serta menerapkan prosedur penanganan pascabencana secara terukur.

Ketua KIM Gerendeng Hok Tjoan mengungkapkan, pembekalan ini memberikan acuan operasional yang jelas mengenai tata cara penanggulangan darurat yang sesuai dengan standar keselamatan.

"Melalui pelatihan ini, kami dibekali panduan bertindak yang terstruktur saat menghadapi situasi darurat maupun fase pemulihan pascabencana," tuturnya, Selasa (29/6/26).

Ia menegaskan, keterlibatan aktif elemen masyarakat seperti KIM memegang peranan vital di lapangan. Saat bencana terjadi, kebingungan dan keterbatasan informasi kerap memicu kepanikan warga, mulai dari tindak penyelamatan awal, jalur koordinasi pelaporan, hingga mekanisme pendistribusian bantuan.

"Potensi ancaman utama yang membutuhkan kewaspadaan ekstra di area pemukiman kami adalah musibah kebakaran dan banjir, mengingat frekuensi kejadiannya terbilang cukup tinggi," tambahnya.

Ia optimistis, bekal pengetahuan yang diperoleh dari lokakarya ini dapat disebarluaskan dan diterapkan langsung di tengah warga. Harapannya, tercipta kesadaran kolektif, semangat gotong royong, serta koordinasi yang solid antarwarga ketika situasi krisis terjadi.

"Edukasi ini diharapkan mampu mendorong langkah preventif di tingkat lokal, menekan risiko kerugian materiil maupun jiwa, serta membentuk komunitas yang tangguh dan mandiri dalam merespons kondisi darurat sesuai prosedur yang berlaku," tutupnya.