Mencegah kebakaran tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering, masyarakat Kota Tangerang dapat ikut mengurangi risiko kebakaran dengan tidak membakar sampah sembarangan, terutama di lingkungan permukiman.
Kebiasaan membakar sampah di ruang terbuka dapat memicu api menjalar ke lingkungan sekitar, terlebih ketika terdapat material yang mudah terbakar seperti daun kering, rumput, plastik, maupun barang bekas. Api juga dapat dengan cepat membesar apabila tertiup angin.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengimbau, masyarakat untuk lebih peduli pada cara pengelolaan sampah yang lebih aman. Sampah rumah tangga dapat dipilah sejak dari sumbernya, antara sampah organik dan anorganik, kemudian disalurkan melalui layanan pengelolaan sampah yang tersedia di lingkungan masing-masing.
“Sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kertas, kaleng, dan barang bernilai ekonomis lainnya juga dapat dikumpulkan melalui bank sampah. Selain membantu mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, langkah tersebut dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” papar Mahdiar, Jumat (25/9/26).
Warga juga dapat memanfaatkan berbagai kegiatan pengelolaan sampah berbasis lingkungan, seperti bank sampah, TPS3R, pengomposan, hingga program sedekah sampah. Dengan begitu, sampah tidak perlu dibakar dan dapat dikelola menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
“Selain mencegah potensi kebakaran, tidak membakar sampah juga membantu menjaga kualitas udara di lingkungan tempat tinggal. Asap hasil pembakaran dapat mengganggu kenyamanan dan berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang sensitif terhadap asap,” jelas Mahdiar.
Upaya pencegahan juga membutuhkan kepedulian bersama. Warga dapat saling mengingatkan untuk tidak melakukan pembakaran sampah, menjaga area sekitar rumah tetap bersih, serta memastikan material yang mudah terbakar tidak menumpuk di lahan kosong atau lingkungan permukiman.
“Apabila menemukan pembakaran sampah yang berpotensi membahayakan atau melihat kejadian yang dapat memicu kebakaran, masyarakat dapat segera melaporkannya melalui kanal pengaduan pemerintah. Informasi lokasi yang jelas akan membantu petugas melakukan penanganan sesuai kondisi di lapangan,” tegasnya.