Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik di Kota Tangerang resmi berakhir pada Jumat (11/9). Kebijakan tersebut sebelumnya diperpanjang sebagai langkah preventif untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan anak di tengah kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Dengan berakhirnya PJJ, aktivitas masyarakat di Kota Tangerang mulai kembali berjalan secara normal. Kegiatan pendidikan, kembali dilakukan secara tatap muka dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan informasi kualitas udara terkini.
”Pemerintah Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menjalankan aktivitas. Warga juga diminta terus mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi udara dari instansi berwenang,” imbau Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar, Jumat (11/9/26).
Ia mengingatkan, masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, khususnya kesehatan saluran pernapasan. Perlindungan lebih juga perlu diperhatikan oleh kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan masyarakat dengan gangguan pernapasan.
“Yang penting masyarakat tetap tenang, tetap waspada. Kalau beraktivitas di luar ruangan, perhatikan kondisi udara dan gunakan perlindungan yang diperlukan sesuai situasi,” ujarnya.
Untuk aktivitas luar ruang, warga diimbau menyesuaikan kegiatan dengan kondisi udara. Jika kualitas udara menunjukkan kondisi yang kurang mendukung, masyarakat dapat mengurangi durasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan perlindungan pernapasan sesuai kebutuhan.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang bersama perangkat daerah terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan kondisi lingkungan tetap terkendali. Masyarakat juga diingatkan agar memperoleh informasi dari kanal resmi pemerintah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
”Dengan berakhirnya PJJ, Pemkot Tangerang mengajak masyarakat kembali beraktivitas secara produktif dan tetap menerapkan pola hidup sehat. Kewaspadaan tetap menjadi bagian penting, namun masyarakat tidak perlu panik selama mengikuti informasi resmi dan menjalankan langkah perlindungan kesehatan secara bijak,” tutupnya.