Jumat, 11 September 2026
Tangerang, oC

Kunjungi Mako BPBD Kota Tangerang, Komisi VIII DPR RI Apresiasi Kesiapan Penanganan Bencana

Jumat, 11 September 2026 11:19 WIB
36
Share
Foto bersama penyerahan Kegiatan Dukungan Logistik Hidrometrologi di Kantor BPBD Kota Tangerang, Provinsi Banten, Jumat (11/9/26). (Sumber : Dinas Kominfo Kota Tangerang) (IMAM DWI SAPUTRA)

Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Markas Komando (Mako) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Jumat (11/9/26). Kunjungan dalam masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 tersebut membahas kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Dalam kunjungan tersebut, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banten III, Wahidin Halim, mengapresiasi kesiapan BPBD Kota Tangerang dalam menjalankan penanganan bencana. Ia menilai sistem penanganan yang diterapkan Pemkot Tangerang telah berjalan dengan baik dan semakin modern.

"Ini bagus, penanganannya sudah sistemis, sudah berjalan. Jauh lebih modern, jauh lebih baik," ujar Wahidin.

Komisi VIII DPR RI juga menyoroti kesiapan Kota Tangerang dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, termasuk kondisi kekeringan.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran BPBD memaparkan sejumlah langkah mitigasi, prosedur penanganan, serta koordinasi lintas sektor yang telah disiapkan untuk melindungi masyarakat.

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono mengatakan, Pemkot Tangerang terus memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui koordinasi dengan berbagai pihak.

Langkah tersebut mencakup komunikasi dengan BBWS, Perumda Tirta Benteng, masyarakat melalui Kampung Siaga Bencana, hingga dukungan dari pemerintah pusat.

"Kami berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya dalam hal penanganan dan mitigasi bencana. Untuk respons time yang secara nasional ditentukan 15 menit, Kota Tangerang mampu berada di angka 10 menit," kata Maryono.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan BNPB yang diberikan kepada BPBD Kota Tangerang. ”Dukungan tersebut penting untuk memperkuat kapasitas penanganan bencana, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat dapat direspons secara cepat ketika kondisi darurat terjadi,” tuturnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar menambahkan, dalam kunjungan tersebut BNPB secara simbolis memberikan sejumlah perlengkapan untuk mendukung kebutuhan penanganan bencana.

”Ke depan, BPBD Kota Tangerang akan mengusulkan kebutuhan peralatan tambahan yang diperlukan untuk memperkuat operasional, termasuk kendaraan logistik dan sarana komunikasi,” jelas Mahdiar.

Sementara itu, untuk menghadapi potensi kekeringan, BPBD Kota Tangerang terus berkoordinasi dengan perangkat daerah dan pihak terkait. Salah satu langkah yang tengah dikaji ialah penguatan sumber air melalui sumur dalam di sejumlah titik kelurahan.

”Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari mitigasi jangka panjang, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan,” harapnya.