Gelaran Tangerang 10K 2026 semakin dekat. Ribuan pelari dari berbagai daerah bersiap ambil bagian dalam ajang lari yang akan berlangsung di Kota Tangerang pada Minggu (13/9/26) mendatang.
Antusiasme peserta mulai terasa menjelang race day. Para pelari mempersiapkan kondisi fisik, perlengkapan, hingga strategi untuk menaklukkan lintasan 10 kilometer yang telah disiapkan panitia.
Salah satu peserta, Rizky Aditya mengaku sudah melakukan persiapan sejak beberapa pekan terakhir. Ia meningkatkan latihan secara bertahap agar dapat mengikuti lomba dengan kondisi tubuh yang prima.
"Persiapannya lebih banyak menjaga stamina dan rutin latihan lari. Saya memang ingin menikmati race day sekaligus mencoba catatan waktu yang lebih baik dari sebelumnya," ujar Rizky.
Menurutnya, Tangerang 10K menjadi kesempatan menarik bagi para pelari untuk berolahraga sekaligus menikmati suasana Kota Tangerang. Ia juga berharap pelaksanaan lomba dapat berlangsung meriah dan nyaman bagi seluruh peserta.
Hal senada disampaikan peserta lainnya, Nadia Putri, yang mengikuti Tangerang 10K bersama sejumlah rekannya. Ia menilai ajang seperti ini dapat menjadi momentum untuk mengajak lebih banyak masyarakat mulai aktif berolahraga.
"Yang paling ditunggu tentu suasana race day-nya. Bisa lari bersama banyak orang dengan semangat yang sama. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan aman," kata Nadia.
Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong hadirnya berbagai kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat secara luas. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, kegiatan olahraga bersama juga menjadi ruang untuk memperkuat interaksi dan kebersamaan antarwarga.
Menjelang pelaksanaan, berbagai persiapan terus dilakukan untuk memastikan race day berjalan aman, tertib, dan nyaman. Pengaturan rute, pengamanan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan peserta menjadi bagian dari perhatian penyelenggara.
Di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik, masyarakat yang mengikuti maupun menyaksikan Tangerang 10K juga diimbau tetap memperhatikan kondisi udara dan informasi resmi pemerintah. Peserta dapat menyesuaikan aktivitas fisik dengan kondisi kesehatan dan menggunakan perlindungan yang diperlukan apabila situasi mengharuskannya.