Jumat, 31 Juli 2026
Tangerang, oC

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Kota Tangerang dan RS EMC Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran dan Evakuasi Darurat

Jumat, 31 Juli 2026 12:38 WIB
52
Share
Foto bersama di kegiatan simulasi penanganan kebakaran RS EMC Tangerang yang berlokasi Jl. KH. Hasyim Ashari, Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Jumat (31/7/26). (Sumber : Diskominfo Kota Tangerang) (ALWAN ARDIANSYAH)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang berkolaborasi dengan RS EMC Kota Tangerang menggelar kegiatan latihan simulasi tanggap darurat, kebencanaan dan gempa bumi.

Langkah ini dilakukan guna meningkatkan kesiapsiagaan, mempercepat waktu tanggap, serta menekan tingkat risiko kebencanaan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Dalam simulasi ini, skenario difokuskan pada penanganan kebakaran, penanganan korban terjebak di gedung tinggi, hingga proses evakuasi pasien dan pekerja rumah sakit ke titik kumpul aman.

Komandan Regu 3 Mako BPBD Damkar Kota Tangerang Dhani Indrawan menegaskan, simulasi di lingkungan rumah sakit menjadi prioritas utama BPBD mengingat tingginya tingkat risiko keselamatan jika terjadi keadaan darurat di fasilitas medis.

"Kami fokus memberikan dukungan penuh untuk simulasi ini karena bahaya jika terjadi kebakaran atau bencana di rumah sakit itu sangat tinggi. Dalam latihan kali ini, kami mempraktikkan evakuasi korban terjebak menggunakan unit skylift serta mendirikan tenda darurat berkolaborasi dengan jajaran rumah sakit dan masyarakat sekitar," ujar Dhani.

"Melalui kegiatan rutin ini, BPBD Kota Tangerang berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk instansi swasta dan BUMN, semakin paham dan tanggap mengenai prosedur keselamatan dasar saat terjadi kebakaran maupun bencana alam," tambahnya.

Di tempat sama, Kepala Bagian Umum & Pemeliharaan Fasilitas RS EMC Tangerang Tantra Yunang Darmawan menjelaskan, kegiatan tanggap darurat ini merupakan agenda wajib tahunan rumah sakit untuk memastikan seluruh personel terbiasa dan paham akan tindakan darurat yang harus dilakukan.

"Setiap tahun kami wajib melakukan kegiatan ini agar seluruh tim terbiasa dan tahu tindakan apa saja yang harus diambil saat darurat, mulai dari gempa bumi, kebakaran, hingga evakuasi ke titik kumpul. Tahun ini merupakan kolaborasi pertama kami langsung dengan BPBD Kota Tangerang untuk menguji koordinasi dan konsolidasi dengan pihak eksternal," jelasnya.

Ia juga berharap, latihan ini dapat menguji ketepatan skenario dan efisiensi waktu evakuasi tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

"Harapan kami, simulasi berjalan lancar, cepat, tepat sesuai perhitungan waktu yang direncanakan, tidak ada yang cedera dan seluruh peserta dapat mengikutinya dengan antusias," tutupnya.