Langkah konkret ditunjukkan Kecamatan Jatiuwung dalam mendukung percepatan penurunan stunting nasional lewat program Mengubah Sampah Menjadi Berkah.
Program inovatif ini mengalokasikan hasil pengelolaan minyak jelantah dan sampah anorganik menjadi bantuan pemenuhan gizi bagi anak-anak stunting di wilayahnya.
Camat Jatiuwung Buceu Gartina menuturkan, intervensi stunting kini dilakukan dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan dan melibatkan partisipasi aktif seluruh aparatur serta masyarakat.
"Kami mengintegrasikan dua isu penting sekaligus, yaitu kebersihan lingkungan dan penanganan stunting. Sampah yang biasanya menjadi masalah, kini kami kelola sedemikian rupa agar menghasilkan nilai ekonomi yang 100 persen disalurkan untuk pemenuhan nutrisi anak-anak stunting dan santunan anak yatim di Jatiuwung," ungkap Buceu.
Menurutnya, program ini digerakkan melalui empat fase utama, meliputi pengumpulan sampah setiap hari Jumat, pemilahan di internal kantor kecamatan, sinergi dengan Bank Sampah Induk, serta pendistribusian bantuan gizi dan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Program ini adalah bukti nyata penerapan ekonomi sirkular yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Kami berharap gerakan ini dapat menekan angka stunting secara signifikan sekaligus membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan," terangnya.