Sejarah sebuah wilayah sering kali tersimpan dalam nama-nama tempatnya. Cipondoh, yang kini dikenal sebagai salah satu kecamatan strategis di Kota Tangerang, memiliki akar sejarah yang kuat yang bermula dari sebuah kampung luas dan bentang alam situ yang ikonik.
Dalam buku “Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang” karya Burhanudin, disebutkan bahwa identitas Cipondoh merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari eksistensi Situ Cipondoh.
"Situ yang dulunya hanya sekantung air selebar sepemandian kebo, kini makin luas karena penduduknya mencapai Kunciran, Pinang, Cipete dan bermuara di Cai Mondok," ungkapnya.
Namun, seiring berjalannya waktu, air tersebut terus mengumpul dan meluas hingga menyentuh wilayah Kunciran, Pinang, hingga Cipete. Titik temu air yang mengantong inilah yang secara filosofis menjadi cikal bakal penamaan wilayah.
"Jadi ini awalnya tempat cai mondok. Iya, mondok itu artinya tinggal di tempat, contoh: mondok di pesantren artinya kita tinggal di pesantren, cai itu berasal dari bahasa Sunda, yang artinya air, jadi cai mondok nama awalnya, karena mengikut dialek lidah Betawi ‘Cipondoh’ lah yang jadi pelafalannya sampai sekarang," terangnya.
Menurutnya, bukti nyata dari luasnya wilayah Kampung Cipondoh di masa lalu tercermin pada pembagian administratif saat ini. Wilayah yang dulunya satu kesatuan besar, kini telah berkembang dan dimekarkan menjadi tiga kelurahan yakni Kelurahan Cipondoh, Kelurahan Cipondoh Indah dan Kelurahan Cipondoh Makmur.
"Kini, Cipondoh bukan lagi sekadar wilayah pinggiran rawa, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial yang tetap menjaga memori kolektifnya sebagai tempat di mana air menetap," tutup Burhanudin.