Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pengisian data Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).
Kegiatan ini menyasar para admin di tingkat kecamatan dan kelurahan guna mempercepat proses penginputan data penilaian mandiri dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang berlangsung hingga 30 April, di Ruang Al Amanah, Puspem Kota Tangerang (21/4/26).
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak (PPPHA) DP3AP2KB Kota Tangerang Wilopo Tetuko Sigit mengungkapkan, bimtek ini memberikan pemahaman mengenai indikator-indikator teknis yang tersebar di berbagai klaster penilaian.
"Hari ini kita berikan pemahaman mengenai data apa saja yang harus disiapkan oleh kelurahan dan kecamatan. Kita semua harus bergerak dari tingkat paling bawah, bahkan hingga RT atau RW, untuk menciptakan lingkungan layak anak yang nantinya otomatis mendorong predikat dari Nindya ke Utama," jelas Wilopo.
Ia memaparkan, pada tahun sebelumnya, Kota Tangerang berhasil meraih skor 73 pada klaster kecamatan dan kelurahan berada di kategori Nindya. Tahun ini, target besar dicanangkan dapat menembus skor di atas 80 di semua kluster demi meraih predikat Utama.
Selain itu, diperlukan validitas data pada tujuh klaster utama, mulai dari Klaster Kelembagaan, Hak Sipil Kebebasan, hingga Perlindungan Khusus Anak.
"Data yang disampaikan harus valid dan sesuai dengan kenyataan di lapangan. Selain administrasi, kita juga menonjolkan inovasi wilayah seperti keberadaan Taman Bermain Ramah Anak dan Ruang Bermain Ramah Anak untuk menjauhkan anak-anak dari ketergantungan gawai melalui permainan tradisional," tambah Wilopo.
Salah satu contoh sukses yang diangkat adalah inovasi di Kampung Jimpitan KB2, Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper yang telah meresmikan Ruang Bersama Indonesia sebagai miniatur lingkungan layak anak.
"Melalui kolaborasi antarwilayah ini, Pemkot Tangerang optimis nilai evaluasi KLA tahun ini akan meningkat signifikan seiring dengan peningkatan kualitas hidup anak di Kota Tangerang," tutup Wilopo.