Rabu, 07 Oktober 2026
Tangerang, oC

ASRI, Sachrudin: Bersih Tak Cukup, Harus Dijaga Bersama!

Rabu, 07 Oktober 2026 16:30 WIB
22
Share
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin menjadi Pembina Apel Siaga Gerakan Nasional Indonesia ASRI di Taman Elektrik, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (7/10/2026). (Sumber : Prokopim Kota Tangerang)

Menjaga Kota Tangerang tetap bersih dan nyaman bukan hanya soal mengerahkan petugas. Yang lebih penting, bagaimana kesadaran dan kebiasaan menjaga lingkungan tumbuh dari setiap lingkungan.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang H. Sachrudin saat memimpin Apel Siaga Gerakan Nasional Indonesia ASRI di Taman Elektrik, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (07/10/2026).

Usai apel, sekitar 600 petugas dari sejumlah perangkat daerahlangsung bergerak ke berbagai wilayah. Mereka melakukan pembersihan ruang publik, ruas jalan, hingga saluran sebagai bagian dari aksi bersama menjaga lingkungan Kota Tangerang.

“Bagaimana agar kota ini bisa kita rasakan kebersihannya, kenyamanannya. Hari ini, Pemkot Tangerang mengerahkan ratusan petugas di sejumlah wilayah Kota Tangerang. Tetapi hasil terbaik hanya akan tercapai jika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama,” ujar Sachrudin.

Sachrudin, juga mengatakan, kebersihan kota tidak akan bertahan apabila hanya mengandalkan petugas. Karena itu, masyarakat didorong mengambil peran sejak dari hal paling sederhana, yakni mengelola sampah dari sumbernya, memilah sampah di rumah, serta tidak membuangnya sembarangan.

Menurutnya, sampah yang dikelola dengan baik tidak selalu berakhir sebagai persoalan. Dengan pemilahan dan pengelolaan yang tepat, sampah bahkan dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

“Enggak boleh ada TPS liar di kota ini. Jangan biarkan ada tempat yang menjadi lokasi buang sampah sembarangan. Kalau perlu, reward and punishment, tindak tegas! Mari mulai memilah sampah dari rumah, karena sampah bisa bernilai ekonomis. Lingkungan bersih, hidup pun lebih sehat dan nyaman,” tegasnya.

Ia juga menuturkan, penertiban tidak hanya ditujukan kepada masyarakat. “Setiap pihak yang mencemari lingkungan, termasuk petugas apabila melakukan pelanggaran, harus mendapat perlakuan dan penegakan aturan yang sama,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Yudi Pradana mengatakan, ratusan personel yang diterjunkan menyasar sejumlah titik yang menjadi ruang aktivitas masyarakat.

“Target kita yang pertama hari ini melakukan, seperti yang disampaikan Pak Wali, mengajak masyarakat untuk membersihkan area-area ruang terbuka publik, jalan, saluran. Dengan ini, semoga menjadi pemantik masyarakat ikut membersihkan dan menjaga lingkungan masing-masing,” ujar Yudi.

Ia berharap, aksi tersebut tidak berhenti setelah petugas meninggalkan lokasi. Justru, gerakan ini diharapkan menjadi awal dari kebiasaan baru di tengah masyarakat, menjaga lingkungan sebelum kotor, memilah sebelum membuang, dan peduli sebelum persoalan menjadi lebih besar.

“Jangan sampai setelah dibersihkan, besok kotor lagi. Bukan hanya membersihkan, tapi kita juga harus bersama-sama menjaganya,” ujar yudi.

Selain DLH, aksi bersama ini melibatkan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Permukiman, Satpol PP, BPBD, serta Dinas Perhubungan.