Selasa, 06 Oktober 2026
Tangerang, oC

CKG Kota Tangerang-Banten Jadi Sorotan, Sachrudin Ungkap Jurusnya

Senin, 05 Oktober 2026 18:30 WIB
26
Share
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, bersama Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, dan Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di RSUP Sitanala, Kota Tangerang, Senin (5/10/2026). (Sumber : Prokopim Kota Tangerang)

Mengetahui kondisi kesehatan lebih awal memberi kesempatan untuk mengambil langkah lebih cepat. Penyakit dapat segera ditangani, sementara kondisi yang sehat dapat terus dijaga.

Hal tersebut menjadi perhatian Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, saat menghadiri Kunjungan Kerja Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia dalam rangka Inventarisasi Materi Pengawasan atas Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), bersama Wakil Gubernur Banten, di RSUP Sitanala, Neglasari, Senin (05/10/2026).

Sachrudin menegaskan, CKG tidak boleh berhenti pada pemeriksaan. Hasilnya harus menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya, baik pengobatan, pemantauan, maupun upaya menjaga kesehatan.

“Cek Kesehatan Gratis ini bukan sekadar mengetahui, tapi bagaimana kita mengatasinya. Setelah tahu penyakitnya, harus ditindaklanjuti dan diobati.

Sedangkan bagi yang sehat, semakin tahu bagaimana menjaganya,” ujar Sachrudin.

Menurutnya, semakin cepat gangguan kesehatan diketahui, semakin besar peluang penanganan dilakukan lebih awal. Karena itu, Pemkot Tangerang terus mendorong layanan kesehatan yang mudah diakses dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk melalui pendekatan jemput bola agar masyarakat lebih mudah memanfaatkan CKG.

“Jangan sampai masyarakat harus datang jauh-jauh untuk mendapatkan layanan. Kita yang harus lebih dekat kepada masyarakat. Karena itu, upaya jemput bola yang dilakukan jajaran Dinkes penting agar CKG menjangkau lebih banyak warga dan semakin banyak yang memanfaatkannya,” ujar Sachrudin.

Upaya tersebut turut mendorong tingginya partisipasi masyarakat dalam CKG. Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah pun turut mengapresiasi capaian Kota Tangerang yang telah melampaui satu juta peserta dari target sekitar 1,9 juta penduduk.

“Partisipasi CKG di Kota Tangerang sudah melampaui satu juta orang. Ini menunjukkan upaya pemerintah daerah menjangkau dan mengajak masyarakat berjalan baik. CKG penting karena mendorong masyarakat menjaga kesehatan sebelum sakit,” tutur Dimyati.

Ia menilai, pendekatan preventif seperti CKG penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk mulai menjaga kesehatan.

“Kalau masyarakat sehat, ia dapat bermanfaat bagi dirinya, keluarga, dan seterusnya. Dan alhamdulillah Kota Tangerang partisipasinya sangat tinggi juga, berkat peran Pemkot-nya yang gencar mengampanyekan ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan CKG oleh Kementerian Kesehatan.

Ia menyebut Banten secara statistik berada di peringkat kedua nasional dalam pelaksanaan CKG. Menurutnya, pengalaman pelaksanaan CKG di Banten dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan untuk memperkuat program di daerah lain.

“Provinsi Banten ini secara statistik peringkat dua nasional dalam pelaksanaan program CKG. Kita berharap hasil pertemuan ini menjadi masukan bagi Komite III, sekaligus langkah konkret bagi daerah lain di Indonesia,” pungkas Filep dihadapan awak media.