Rabu, 23 September 2026
Tangerang, oC

BPBD Kota Tangerang Imbau Warga Tetap Pantau Status Gunung Anak Krakatau

Rabu, 23 September 2026 13:07 WIB
67
Share
(Arsip) Petugas memantau dashboard Command Center BPBD Kota Tangerang, Provinsi Banten. (Sumber : Dinas Kominfo Kota Tangerang) (MUHAMMAD FIRDAUS SULAIMAN)

Aktivitas Gunungapi Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami penurunan. Badan Geologi menurunkan tingkat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada), terhitung sejak 21 September 2026 pukul 18.30 WIB.

Penurunan status tersebut berdasarkan hasil analisis dan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan aktivitas Gunungapi Anak Krakatau. 

Badan Geologi mencatat, aktivitas kegempaan cenderung menurun hingga 20 September 2026 dan didukung data deformasi yang menunjukkan adanya penurunan atau deflasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar, mengimbau masyarakat Kota Tangerang tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait aktivitas Gunungapi Anak Krakatau. Masyarakat diminta menjadikan informasi dari pemerintah dan lembaga resmi sebagai rujukan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pantau informasi resmi dari pemerintah, BPBD, maupun Badan Geologi dan ikuti arahan yang disampaikan apabila terdapat perkembangan aktivitas,” ujar Mahdiar, Rabu (23/9/26).

Badan Geologi juga menyampaikan masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung dapat melakukan aktivitas seperti biasa dengan tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan BPBD setempat. Masyarakat juga diminta tidak mempercayai isu mengenai erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang disebut dapat menyebabkan tsunami.

”Meski status telah turun menjadi Level II Waspada, Badan Geologi tetap memberikan sejumlah rekomendasi. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki atau melakukan kegiatan dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau,” katanya.

Mahdiar menambahkan, BPBD Kota Tangerang terus memantau perkembangan informasi terkait aktivitas Gunungapi Anak Krakatau dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Masyarakat diimbau segera mencari informasi melalui kanal resmi apabila menerima kabar mengenai perubahan aktivitas gunungapi atau potensi dampaknya terhadap wilayah Banten.

”Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunungapi Anak Krakatau melalui aplikasi atau website Magma Indonesia serta kanal resmi Badan Geologi. Tingkat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau akan dievaluasi secara berkala atau apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan,” tutupnya.