Rabu, 23 September 2026
Tangerang, oC

Bakar Sampah Bukan Solusi, Pemkot Tangerang Ajak Warga Kelola Sampah dari Rumah

Rabu, 23 September 2026 09:08 WIB
37
Share
BPBD Kota Tangerang Gunakan Metode Suntik, Padamkan Timbunan Sampah Terbakar di Pondok Bahar (Sumber : Pemkot Tangerang) (Kontributor)

Membakar sampah secara terbuka bukan solusi untuk mengatasi sampah rumah tangga. Selain berpotensi memicu kebakaran, asap hasil pembakaran juga dapat mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang mengajak masyarakat mulai mengelola sampah dari rumah, terutama di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering.

Pemkot Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mendorong pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga. Salah satu upayanya dengan memperkuat peran bank sampah di lingkungan masyarakat.

”Pada 2026, Pemkot Tangerang menargetkan pembentukan bank sampah di seluruh RW untuk membantu mengurangi sampah yang masuk ke tingkat kelurahan, kecamatan hingga TPA Rawa Kucing,” tegas Kepala DLH Kota Tangerang Yudi Pradana, Rabu (23/9/26).

Saat ini, sistem informasi pengelolaan sampah DLH Kota Tangerang mencatat 362 bank sampah, serta delapan TPS3R dan empat Intermediate Treatment Facility (ITF). Data tersebut menunjukkan tersedianya berbagai fasilitas yang dapat mendukung masyarakat untuk mengelola sampah tanpa harus membakarnya.

“Masyarakat dapat memulai dari langkah sederhana dengan memilah sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kertas, kaleng, dan material bernilai ekonomi lainnya dapat dikumpulkan untuk disalurkan ke bank sampah,” ungkap Yudi.

"Sementara sampah organik dapat diolah melalui berbagai metode pengolahan yang tersedia di lingkungan masyarakat,” tambahnya.

DLH Kota Tangerang juga memiliki layanan Jemput Sampah yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk jenis sampah anorganik dan minyak jelantah.

Warga dapat mengajukan penjemputan melalui layanan DLH di nomor 0811-1631-1631. Program tersebut menjadi salah satu upaya mengurangi sampah yang masuk ke TPA sekaligus mendorong masyarakat memilah sampah dari rumah.

Pengelolaan sampah dari rumah juga dapat memberikan manfaat ekonomi. Salah satunya dibuktikan Bank Sampah Darling di Kelurahan Sudimara Jaya, Kecamatan Ciledug.

Selama lima tahun, bank sampah tersebut telah mengelola 161.794 kilogram atau sekitar 161,7 ton sampah anorganik, dengan nilai ekonomi mencapai Rp464,7 juta.

”Pada 2025 saja, sampah yang dikelola mencapai 50.897 kilogram dengan nilai ekonomi sekitar Rp134,2 juta,” katanya.

Contoh lainnya terlihat di Bank Sampah Kecamatan Karang Tengah. Sampah rumah tangga yang dikumpulkan mencapai sekitar 300–400 kilogram per pekan, sementara dalam satu bulan bank sampah tersebut mampu mengurangi sekitar 4,7 ton sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing. Sampah yang dikumpulkan antara lain plastik, kertas, kardus, hingga minyak jelantah.

”Pemkot Tangerang juga terus mengembangkan pengelolaan sampah melalui berbagai pendekatan, termasuk TPS3R, RDF, biokonversi maggot, pengolahan sampah organik, serta program Sedekah Sampah,” tutupnya.