Senin, 21 September 2026
Tangerang, oC

Kemarau Bikin Api Cepat Merambat, Warga Kota Tangerang Diimbau Tak Bakar Sampah

Senin, 21 September 2026 11:44 WIB
51
Share
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan potensi bencana hidrometeorologi kekeringan. (Sumber : ) (ZIDAN FEBRIANSYAH)

Musim kemarau membuat kondisi lingkungan lebih panas dan kering. Situasi ini perlu diwaspadai masyarakat Kota Tangerang, terutama terhadap aktivitas pembakaran sampah yang dapat memicu api dan lebih cepat merambat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Mahdiar, mengimbau masyarakat tidak membakar sampah secara sembarangan selama musim kemarau. Tumpukan sampah, rumput dan semak yang mengering dapat menjadi material yang mudah terbakar ketika terkena api.

”Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena kondisi lingkungan yang kering membuat api berpotensi menjalar lebih cepat. Terlebih, pembakaran sampah yang dilakukan di ruang terbuka sulit dikendalikan apabila terkena angin,” tegas Mahdiar, Senin (21/9/26).

"Di musim kemarau, kondisi lingkungan lebih panas dan kering. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah karena api dapat dengan mudah merambat ke material yang mudah terbakar di sekitarnya," sambungnya.

Menurutnya, pencegahan kebakaran dapat dimulai dari hal sederhana di lingkungan tempat tinggal. Masyarakat diminta memastikan tidak ada aktivitas yang dapat memicu api di dekat tumpukan sampah, rumput kering, lahan kosong, maupun material mudah terbakar lainnya.

Selain pembakaran sampah, masyarakat juga diimbau lebih berhati-hati saat menggunakan sumber api maupun peralatan yang menghasilkan panas. Api yang awalnya kecil dapat berkembang menjadi kebakaran apabila tidak diawasi dan kondisi di sekitarnya kering.

”Segera melapor apabila menemukan kebakaran atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Pelaporan dapat dilakukan melalui layanan darurat 112 agar petugas dapat segera melakukan penanganan,” kata Mahdiar.

Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga lingkungan dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan, memastikan sumber api benar-benar padam setelah digunakan, serta tidak membakar sampah secara terbuka. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi potensi kebakaran selama musim kemarau.

"Yang paling penting adalah pencegahan. Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila melihat kejadian kebakaran," tutup Mahdiar.