Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang meluncurkan program Z-Mart dan Z-Corner sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Program ini dirancang untuk membantu mustahik mengembangkan usaha hingga mampu mandiri secara ekonomi.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, program tersebut menjadi langkah penting dalam mendorong perubahan status mustahik menjadi muzaki.
Menurutnya, pemberdayaan tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan, tetapi harus diikuti dengan upaya agar penerima manfaat mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraannya.
"Bagaimana kita bisa mengubah ke depan mustahik menjadi muzaki, karena prinsip bahwa memberi itu lebih baik daripada menerima," ujar Sachrudin.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangerang Danni Budianto Saragih menjelaskan, Z-Mart dan Z-Corner merupakan bagian dari program pendayagunaan zakat di bidang ekonomi.
Program tersebut melengkapi berbagai program BAZNAS lainnya yang bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan.
Danni menjelaskan, Z-Mart secara khusus menyasar mustahik yang telah memiliki cikal bakal usaha, seperti warung kecil di rumah, tetapi masih membutuhkan dukungan modal dan pendampingan agar usahanya berkembang.
Bantuan yang diberikan berkisar Rp5 juta hingga Rp10 juta per mustahik, disertai pembinaan dan pemantauan usaha.
"Substansi zakat itu adalah bagaimana kita merubah mustahik, orang miskin yang kita intervensi dari awal, mereka berubah menjadi mandiri. Kemudian yang paling mulia tentunya nanti ketika berubah menjadi muzaki," kata Danni.
Dalam program Z-Mart yang diluncurkan bersama Masjid Raya Al-A'zhom, sebanyak 10 mustahik mendapat pemberdayaan. BAZNAS memberikan dukungan modal sebesar Rp100 juta yang nantinya menjadi bagian dari pengembangan usaha para mustahik, dengan tetap disertai pemantauan dan pendampingan.
Danni menambahkan, keberhasilan pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal. BAZNAS juga menekankan pentingnya pendamping yang memahami bisnis, mulai dari menentukan barang yang paling dibutuhkan, strategi belanja, hingga pemantauan perkembangan usaha.
“Pada 2026, BAZNAS Kota Tangerang menargetkan sekitar 46 Z-Mart dapat beroperasi melalui berbagai skema pemberdayaan,” tutupnya.