Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang menggelar kegiatan Geledah Taman Kota Tangerang pada 12 hingga 13 Agustus 2026. Mengusung konsep edukatif dan partisipatif, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan keanekaragaman hayati perkotaan sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian ruang terbuka hijau (RTH).
Rangkaian acara dilaksanakan di empat lokasi taman kota, yaitu Taman Gajah, Taman Cikokol, Taman Potret dan Taman Bambu. Eksplorasi ini terbagi dalam dua sesi, yakni sesi malam (12 Agustus, pukul 19.00 sampai 22.00 WIB) untuk mengamati kehidupan nokturnal, serta sesi pagi 13 Agustus, pukul 06.00 sampai 10.00 WIB).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Yudi Pradana menerangkan, keberadaan taman kota memiliki fungsi krusial yang jauh melebihi sekadar fasilitas rekreasi visual.
"Taman kota bukan sekadar tempat bersantai atau ruang terbuka hijau biasa, melainkan ekosistem hidup yang menjadi habitat penting bagi berbagai flora dan fauna perkotaan," ujar Yudi.
Dalam kegiatan ini, peserta diajak melakukan eksplorasi dan identifikasi berbagai jenis flora dan fauna menggunakan aplikasi sains warga (citizen science) iNaturalist.
Ia menyampaikan, cukup dengan memotret objek yang ditemukan dan mengunggahnya, peserta dapat mengenali jenis spesies secara akurat sekaligus menyumbang data untuk basis pendataan keanekaragaman hayati daerah.
"Pemanfaatan aplikasi iNaturalist dalam Geledah Taman adalah langkah efektif mengajak anak muda peduli ekosistem. Dengan mengenali keanekaragaman hayati di sekitarnya, rasa memiliki dan kepedulian untuk melestarikan alam akan tumbuh dengan sendirinya," tegas Yudi.
Selain melakukan pengamatan dan pendokumentasian di lapangan, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai konservasi lingkungan perkotaan serta ruang berdiskusi dan berbagi pengetahuan.
"Melalui sinergi bersama masyarakat ini, kami berharap keterlibatan publik dalam menjaga ekosistem Kota Tangerang dapat terus meningkat," jelasnya.