Kamis, 13 Agustus 2026
Tangerang, oC

Jangan Andalkan Fogging, BPBD Kota Tangerang Minta Warga Rutin Bersihkan Lingkungan

Rabu, 12 Agustus 2026 11:13 WIB
89
Share
Petugas Puskesmas Poris Gaga Lama melakukan pemeriksaan jentik nyamuk, di bak mandi. Diketahui, ini merupakan penyelidikan epidemiologi kasus DBD secara door to door di rumah warga, di wilayah Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (27/1/26). (Sumber : Puskesmas Poris Gaga Lama Kota Tangerang) (ALWAN ARDIANSYAH)

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengimbau masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan fogging dalam mengantisipasi peningkatan populasi nyamuk selama musim kemarau.

Masyarakat diminta memperkuat pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menjaga kebersihan lingkungan dan rutin membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, upaya menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah penting yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah berbagai dampak yang muncul selama musim kemarau.

"Jangan Fogging. Terpenting adalah bagaimana warga masyarakat kerja bakti dan bersih-bersih. Karena itu pasti akan lebih berpengaruh terhadap kondisi lingkungan," papar Mahdiar, Rabu (12/8/26).

Menurut Mahdiar, masyarakat perlu meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing. Rumput, semak, sampah, maupun berbagai material yang menumpuk perlu dibersihkan agar lingkungan tetap terjaga selama musim kemarau.

Ia menambahkan, langkah pencegahan sebaiknya dilakukan secara bersama-sama melalui kerja bakti dan kebersihan lingkungan. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi dampak musim kemarau.

”Selain menjaga kebersihan, masyarakat juga diminta bijak menggunakan air selama musim kemarau. Kondisi cuaca yang panas dan minim curah hujan dapat meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan air, sehingga penggunaan air secara bijak perlu menjadi kebiasaan sehari-hari,” imbaunya.

BPBD Kota Tangerang juga terus melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan stakeholder terkait untuk mengantisipasi berbagai dampak musim kemarau.

Masyarakat dapat mengikuti informasi dan imbauan resmi pemerintah mengenai kondisi cuaca serta langkah mitigasi yang perlu dilakukan.

Mahdiar mengajak masyarakat untuk tidak menunggu munculnya masalah sebelum melakukan tindakan pencegahan. Menjaga kebersihan lingkungan, melakukan kerja bakti, serta memperhatikan kondisi sekitar menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama.

"Kita berharap warga masyarakat bisa kerja bakti dan bersih-bersih. Kesadaran masyarakat terhadap lingkungan masing-masing sangat penting dalam menghadapi kondisi musim kemarau," tutup Mahdiar.