Senin, 15 Juni 2026
Tangerang, oC

Sky Bridge Stasiun Batuceper-Terminal Poris Plawad Kota Tangerang Segera Dibangun

Senin, 15 Juni 2026 13:00 WIB
133
Share
Suasana rapat perencanaan pembangunan Sky Bridge Stasiun Batuceper di Ruang Rapat Bappeda, Puspem Kota Tangerang, Provinsi Banten. (Sumber : Bappeda Kota Tangerang) (MUHAMMAD FIRDAUS SULAIMAN)

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mematangkan rencana realisasi pembangunan jembatan penyeberangan (sky bridge) yang menghubungkan Stasiun Batuceper dengan Terminal Poris Plawad Kota Tangerang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang Yeti Rohaeti menuturkan, rencana pembangunan jembatan penyeberangan di Stasiun Batuceper merupakan bagian dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Poris Plawad yang akan mulai direalisasikan pada tahun 2027.

”Kami mendukung penuh rencana pembangunan jembatan penyeberangan orang di Stasiun Batuceper nanti. Adapun Memorandum of Understanding (MoU) akan diteken dalam waktu dekat, kami tinggal menyiapkan penganggaran dan melaksanakan sesuai dengan kewenangan sebagai pemerintah daerah mulai tahun depan,” ujar Yeti, Senin (15/6/26).

Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang dalam waktu dekat akan menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang di kawasan TOD Poris Plawad. Beberapa rencana pembangunan tersebut meliputi fasilitas parkir (park and ride) serta penataan pedestrian di sepanjang Jalan Benteng Betawi sebagai bagian dari ekosistem transportasi yang modern dan terintegrasi di Kota Tangerang.

“Kami sudah menjalin koordinasi dengan sejumlah pihak dengan harapan MoU-nya bisa disusun pada tahun 2026 ini sebagaimana yang telah disampaikan sejalan dengan proses penguatan kerja sama dengan Perseroan Terbatas (PT) Kereta Api Indonesia dan Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) yang sudah mulai berjalan,” tambahnya.

Selain itu, rencana pembangunan jembatan penyeberangan di Stasiun Batuceper telah mendapatkan dukungan dari pemerintah pusta lewat Direktorat Konektivitas dan Infrastruktur Logistik Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) yang menilai rencana tersebut dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.