Kamis, 16 April 2026
Tangerang, oC

Asal Muasal Kelurahan Karang Anyar dan Jejak Industri Bata Merah di Kampung Lio Kota Tangerang

Kamis, 16 April 2026 13:23 WIB
105
Share
(arsip) Kantor Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Provinsi Banten. (Sumber : Arsip) (MUHAMMAD FIRDAUS SULAIMAN)

Sejarah sebuah wilayah sering kali menyimpan filosofi mendalam tentang harapan masyarakatnya. Hal ini terungkap dalam catatan Burhanudin melalui karyanya, “Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang”, yang membedah sejarah terbentuknya Kelurahan Karang Anyar di Kecamatan Neglasari.

Sebagai wilayah yang relatif muda, Kelurahan Karang Anyar resmi terbentuk pada tahun 2000 silam. Kehadirannya merupakan implementasi dari amanat Perda Nomor 16 Tahun 2000 tentang Pembentukan Tujuh Kecamatan pengembangan wilayah di lingkup Pemerintah Kota Tangerang.

"Nama Karang Anyar diambil dari kata 'Karang' yang merujuk pada kelurahan induknya, Karang Sari, dan 'Anyar' yang dalam bahasa Sunda berarti baru. Penambahan nama ini membawa harapan akan adanya pembaruan bagi seluruh masyarakat di wilayah tersebut," tulis Burhanudin.

Selain sejarah pemekaran, catatan Burhanudin mengungkap sisi sosiologis yang kuat mengenai Kampung Lio. Nama "Lio" sendiri merujuk pada bangunan tradisional beratap limas tanpa dinding yang berfungsi sebagai tempat pembuatan, pengeringan, hingga pembakaran bata merah dan genteng.

Sebelum tahun 1980-an, wilayah seperti Ceper, Perigi Lama, dan Pondok Jagung adalah pusat industri material yang sangat produktif. Keberadaan Kampung Lio di Neglasari hingga Batuceper menjadi bukti nyata bagaimana keahlian profesi atau "kejuruan" masyarakat mampu membentuk identitas sebuah kawasan.

"Keberadaan Kampung Lio bukan sekadar penanda lokasi geografis, melainkan sebuah arsip sosiologis yang membuktikan bahwa wilayah Tangerang pernah menjadi pusat kemandirian industri material bangunan yang sangat berpengaruh terhadap mobilitas penduduk dan perkembangan ekonomi lokal," terangnya.

Melalui dokumentasi sejarah ini, diharapkan masyarakat Kota Tangerang, khususnya warga Karang Anyar, dapat lebih memahami jati diri wilayahnya. Sejarah ini menjadi bukti bahwa setiap sudut kota dibangun di atas fondasi nilai-nilai luhur dan cita-cita untuk terus berkembang.