Kamis, 02 April 2026
Tangerang, oC

Dinkes Kota Tangerang Edukasi Tujuh Langkah Penanganan Awal Anak Terkena Campak

Kamis, 02 April 2026 14:06 WIB
58
Share
Petugas Dinas Kesehatan Kota Tangerang sedang mempersiapkan vaksin. (Sumber : Dinas Kesehatan Kota Tangerang) (ZIDAN FEBRIANSYAH)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan penyakit campak pada anak. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif guna mengurangi risiko komplikasi serta mempercepat proses pemulihan anak yang terinfeksi.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengimbau, para orang tua untuk tidak panik apabila anak mengalami gejala campak, seperti demam, ruam kemerahan, batuk, pilek, hingga mata merah.

”Sebaliknya, orang tua diminta untuk segera melakukan penanganan awal yang tepat di rumah sambil tetap memantau kondisi anak,” tutur dr. Dini, Kamis (2/4/26).

Ia mengingatkan, meskipun sebagian besar kasus campak dapat sembuh dengan perawatan yang tepat, orang tua tetap perlu waspada terhadap tanda-tanda komplikasi, seperti sesak napas, diare berat, atau kejang. Jika gejala tersebut muncul, segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

”Masyarakat diimbau untuk melengkapi imunisasi anak sebagai langkah pencegahan utama terhadap penyakit campak. Dengan imunisasi yang lengkap, risiko penularan dan tingkat keparahan penyakit dapat ditekan secara signifikan.

Dalam upaya tersebut, Dinkes Kota Tangerang membagikan tujuh langkah penanganan pertama yang dapat dilakukan saat anak mengalami campak:

1. Melakukan isolasi mandiri, untuk mencegah penularan kepada anggota keluarga lainnya maupun lingkungan sekitar.

2. Memberikan istirahat total, agar tubuh anak memiliki waktu optimal untuk melawan infeksi.

3. Menjaga hidrasi tubuh, dengan memastikan anak cukup minum untuk mencegah dehidrasi.

4. Mengelola demam dan nyeri, menggunakan obat sesuai anjuran tenaga medis.

5. Pemberian Vitamin A, yang diketahui dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta mengurangi risiko komplikasi.

6. Memberikan nutrisi bergizi, guna mendukung proses pemulihan dan menjaga kondisi tubuh tetap kuat.

7. Menciptakan lingkungan yang nyaman, seperti menjaga suhu ruangan tetap sejuk dan bersih agar anak dapat beristirahat dengan baik.