Senin, 23 Februari 2026
Tangerang, oC

LPTQ dan Pemkot Tangerang Luncurkan Program Tahsin Al-Qur’an bagi 578 Guru Agama

Senin, 23 Februari 2026 11:42 WIB
101
Share
Launching Tahsin Al-Qur’an bagi Guru Agama Islam Tingkat SD, MI, SMP, MTs se Kota Tangerang di Masjid Al-A'zhom, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Senin (23/2/26) (Sumber : Dinas Kominfo Kota Tangerang) (IMAM DWI SAPUTRA)

LPTQ dan Pemkot Tangerang Luncurkan Program Tahsin Al-Qur’an bagi 578 Guru Agama

Mengisi momentum bulan suci Ramadan dengan aksi nyata peningkatan kualitas SDM, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an dan Ilmu Al-Qur'an (LPTQ) Kota Tangerang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang resmi meluncurkan program Launching Tahsin Al-Qur'an, pada Senin (23/2/26) di Masjid Raya Al-A'zhom.

Acara yang dipusatkan di Al-Azhar ini diikuti oleh 578 guru agama dari jenjang SD, MI, SMP hingga MTS, baik dari sekolah negeri maupun swasta di seluruh wilayah Kota Tangerang. Program ini merupakan bagian dari implementasi Perda 'Tangerang Mengaji' yang berfokus pada penguatan kapasitas tenaga pendidik sebagai ujung tombak lahirnya generasi Qur'ani.

Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan, peningkatan kualitas guru adalah prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Guru ibarat hulu dalam sistem pendidikan.

"Guru adalah hulunya, jika kita ingin mencetak generasi yang jujur, berintegritas dan memiliki kepedulian sosial tinggi, maka kualitas gurunya harus kita tingkatkan terlebih dahulu. Ini adalah upaya kita membenahi pendidikan dari sumbernya agar menghasilkan generasi penerus yang Qur’ani," ungkap Sachrudin.

"Kita tidak hanya fokus membangun fisik dan pelayanan publik, tetapi juga membangun jiwa dan kapasitas manusianya. Melalui tahsin ini, kita ingin memastikan pembangunan sumber daya manusia di Kota Tangerang berjalan beriringan dengan nilai-nilai religius yang kuat," tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an dan Ilmu Al-Qur'an (LPTQ) Kota Tangerang Juhri Fauzi menjelaskan, bahwa program ini tidak dilakukan secara umum, melainkan melalui tahapan evaluasi yang terukur.

Sebelum memulai pembinaan, para guru akan mengikuti pre-test untuk diklasifikasikan ke dalam sistem klasifikasi melalui Grade A, B, dan C untuk memastikan materi yang diberikan tepat sasaran serta menjaga kenyamanan para guru selama proses belajar.

Ia menambahkan, pembinaan ini akan berlangsung selama satu tahun dengan bimbingan dari 57 tutor ahli, yang nantinya akan diakhiri dengan post-test dan pemberian sertifikasi sebagai indikator peningkatan kualitas bacaan para peserta.

"Qur’an itu tidak boleh berhenti dipelajari. Kadang orang kalau sudah jadi guru merasa berhenti mengaji, maka program ini ingin membiasakan dan menginspirasi guru untuk terus membenahi yang kurang," tambah Juhri.

Program ini diharapkan menjadi tonggak awal (angkatan pertama) yang akan terus berlanjut ke angkatan-angkatan berikutnya demi memastikan standardisasi bacaan Al-Qur’an yang sempurna di seluruh instansi pendidikan Kota Tangerang.