Selasa, 17 Februari 2026
Tangerang, oC

Sambut Tahun Kuda Api, Ribuan Jemaat Ibadah Imlek di Boen Tek Bio Kota Tangerang

Selasa, 17 Februari 2026 12:07 WIB
181
Share
Salah seorang jemaah bersembahyang saat Imlek di Klenteng Boen Tek Bio, Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (17/2/26) (Sumber : Diskominfo Kota Tangerang) (NOVAN NANDA AJITA)

Perayaan Tahun Baru Imlek Tahun Kuda Api dimaknai dengan khidmat oleh umat Tionghoa di Kota Tangerang. Ribuan jemaah tampak memadati Klenteng Boen Tek Bio, untuk melaksanakan ibadah dan ritual sembahyang, sejak kemarin hingga Selasa (17/2/26) siang.

Humas Klenteng Boen Tek Bio Soey Hong menyebutkan, jumlah jemaah yang datang selama perayaan Imlek diperkirakan mencapai sekitar 5.000 hingga 7.000 orang.

"Mereka datang silih berganti untuk memanjatkan doa sesuai tradisi, mulai dari membakar hio, bersujud kepada Tian, Buddha, hingga para dewa yang dipuja di dalam klenteng," jelas pria yang juga dikenal Mpe Hong.

“Tahun Kuda Api ini dimaknai sebagai tahun yang penuh tantangan. Api bertemu api, artinya kita harus lebih berhati-hati dalam bersikap dan menjalani kehidupan. Karena itu, umat dianjurkan untuk lebih rajin beribadah dan menjaga diri,” tambahnya.

Ia menjelaskan, ritual ibadah diawali dengan sembahyang menggunakan hio sebagai simbol penghormatan dan penyampaian doa. Setelah itu, jemaah melakukan sujud dan berdoa di beberapa altar sesuai urutan, mulai dari Tuhan Yang Maha Esa, Buddha, hingga dewa-dewa lainnya yang berjumlah sekitar 15 patung.

“Isi doa biasanya berbeda-beda. Anak muda biasanya berdoa soal jodoh, sementara para pengusaha memohon kelancaran usaha. Tidak ada doa yang baku, semua disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan masing-masing,” jelasnya.

Selain dimaknai sebagai tahun penuh kewaspadaan, Tahun Kuda Api juga dipercaya membawa semangat persaingan dalam usaha. Keberuntungan diyakini akan berpihak kepada mereka yang bekerja cepat, profesional dan tekun di bidangnya.

Ia menambahkan, aktivitas ibadah diperkirakan akan berlangsung hingga hari ketiga perayaan Imlek. Selanjutnya, rangkaian perayaan akan ditutup dengan tradisi Cap Go Meh dua pekan setelah Imlek.

Dalam momentum Imlek ini, jemaah juga berharap hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar terus terjaga. Kerukunan antarumat beragama dan kebersamaan dengan warga dari berbagai latar belakang dinilai menjadi kunci terciptanya suasana damai di Kota Tangerang.