Selasa, 10 Februari 2026
Tangerang, oC

Lepas 20 Dai Ambassador, Maryono: Jadilah Solusi di Dakwah Lintas Negara

Senin, 09 Februari 2026 19:15 WIB
8
Share
Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan hadir sekaligus menyampaikan arahan dalam Opening Training Dai Ambasador Dompet Dhuafa Ramadan 1447 H yang digelar di Hotel Grand Serpong Kota Tangerang, Senin, (09/02/2026) (Sumber : Prokopim Kota Tangerang)

Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono, menekankan pentingnya dakwah yang mengedepankan keteladanan, empati, dan kepekaan sosial kepada 20 peserta Training Dai Ambassador Dompet Dhuafa yang digelar di Hotel Grand Serpong, Kota Tangerang, pada 9–13 Februari 2026.

Dalam arahannya, Maryono menyampaikan bahwa dai di era saat ini tidak cukup hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga harus mampu hadir sebagai figur yang menenangkan dan dipercaya oleh masyarakat. Terlebih, para Dai Ambassador akan bertugas di berbagai negara dengan latar budaya dan persoalan sosial yang beragam.

“Dakwah hari ini menuntut kehadiran yang lebih manusiawi. Dai bukan hanya menyampaikan pesan agama, tetapi juga menjadi pendengar, penyejuk, dan penopang harapan umat,” ujar Maryono.

Menurutnya, masyarakat global membutuhkan sosok dai yang mampu membangun dialog, merawat persaudaraan, serta menghadirkan nilai-nilai Islam yang ramah dan membumi dalam kehidupan sehari-hari.

Maryono menilai program Dai Ambassador Dompet Dhuafa sebagai langkah strategis dalam menyiapkan dai yang tidak hanya siap secara materi dakwah, tetapi juga matang secara sikap dan karakter. Hal ini menjadi semakin relevan karena pelaksanaan pelatihan berlangsung menjelang bulan suci Ramadan, momentum peningkatan kepedulian dan solidaritas sosial.

“Ramadan selalu mengajarkan kita untuk lebih peka, lebih peduli, dan lebih hadir bagi sesama. Nilai-nilai inilah yang harus dibawa para dai ketika berada di tengah masyarakat, di mana pun mereka ditugaskan,” tambahnya.

Ia berharap para peserta dapat menjadikan pelatihan ini sebagai ruang pembentukan diri, memperkuat keikhlasan, serta memperdalam pemahaman tentang peran dai sebagai perekat sosial di tengah keberagaman.

“Jadilah dai yang dirindukan kehadirannya, bukan hanya karena ceramahnya, tetapi karena sikap, akhlak, dan keteladanannya,” pungkas Maryono.