Dalam rangka memperkuat langkah penanganan stunting dan pendampingan keluarga, Kecamatan Cibodas menggelar kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin) lintas sektor hari ini. Kegiatan ini difokuskan pada evaluasi menyeluruh terhadap hasil kerja Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kecamatan Cibodas sepanjang tahun 2025, Senin (9/2/26).
Tercatat, bahwa Kecamatan Cibodas saat ini didukung oleh 60 Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari 180 personel. Setiap tim merupakan kolaborasi harmonis antara tiga unsur utama: Kader PKK, Kader IMP, dan Tenaga Kesehatan (Nakes).
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kecamatan Cibodas Dewi Noor Amelia menjelaskan, bahwa sebaran ini terbagi di seluruh wilayah kelurahan. Kelurahan Cibodasari memiliki kekuatan terbesar dengan 13 tim, diikuti oleh Kelurahan Cibodas dan Uwung Jaya yang masing-masing memiliki 12 tim. Selain itu, pendampingan juga diperkuat oleh 9 tim di Panunggangan Barat, 8 tim di Cibodas Baru, serta 6 tim di wilayah Jatiuwung.
Selain itu. TPK harus terus konsisten menjalankan tugas pokoknya, terutama dalam memberikan penyuluhan dan kunjungan ulang kepada Keluarga Berisiko Stunting (KRS).
"Kader PKK yang tergabung dalam TPK memiliki peran vital untuk mengedukasi dan memotivasi keluarga agar aktif ke fasilitas kesehatan serta membantu menghubungkan mereka ke bantuan sosial jika diperlukan," ujar Dewi.
"Fokus pendampingan diarahkan secara tajam pada empat kelompok sasaran utama: Calon Pengantin (Catin) atau pasangan usia subur, ibu hamil, ibu pascapersalinan, serta baduta usia 0-23 bulan dan balita usia 24-59 bulan," tambahnya.
Evaluasi ini diharapkan mampu memetakan kendala di lapangan sehingga pada sisa periode tahun 2025, pendampingan keluarga di Kecamatan Cibodas semakin berkualitas. Kehadiran lintas sektor memastikan bahwa setiap data hasil pendampingan akan menjadi dasar intervensi yang akurat demi mewujudkan generasi yang lebih sehat.