Kamis, 08 Januari 2026
Tangerang, oC

Interkoneksi Pipa Jalan Teuku Umar Karawaci Rampung: Aliran Air Normal Bertahap

Rabu, 07 Januari 2026 14:15 WIB
270
Share
Situasi perbaikan galian PDAM Jalan Imam Bonjol Kelurahan Bojong Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (07/01/26) (Sumber : Dinas Kominfo Kota Tangerang) (MUHAMMAD FIRDAUS SULAIMAN)

Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang menyampaikan update terkini terkait pekerjaan interkoneksi pipa air bersih di Jalan Teuku Umar, Karawaci, Kota Tangerang.

Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Benteng Joko Surana mengatakan, pengerjaan interkoneksi pipa dari Perumda Tirta Kerta Raharja (TKR) ke Perumda Tirta Benteng yang dilakukan secara intensif kini telah rampung, Rabu (7/1/26).

”Seiring selesainya proses interkoneksi, aliran air bersih kepada pelanggan akan kembali normal secara bertahap dan merata. Saat ini, sistem distribusi telah mulai dioperasikan untuk menstabilkan tekanan dan aliran air ke wilayah terdampak,” papar Joko, melalui sambungan telepon.

Sebagai tindak lanjut, Perumda Tirta Benteng akan melaksanakan uji laboratorium kualitas air, serta melanjutkan tahapan pemadatan dan pengecoran ulang pada area galian.

”Seluruh rangkaian pekerjaan lanjutan tersebut diperkirakan memerlukan waktu sekitar 10 hari kerja, hingga seluruh galian tertutup sempurna dan lalu lintas di Jalan Teuku Umar kembali normal,” katanya.

Pekerjaan interkoneksi ini merupakan bagian dari proses peralihan pengelolaan pipa air bersih pelanggan dari Perumda TKR kepada Perumda Tirta Benteng, guna meningkatkan efektivitas pelayanan dan distribusi air bersih kepada masyarakat.

”Untuk memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama masa penyesuaian, Perumda Tirta Benteng telah menyiapkan 15 unit mobil tangki air bersih yang disiagakan bagi pelanggan yang terdampak pekerjaan pipa,” tutur Joko.

Perumda Tirta Benteng juga mengimbau kepada masyarakat bahwa selama proses peralihan dan pascapemotongan pipa interkoneksi, kemungkinan terjadi kekeruhan air sementara. Kondisi ini bersifat sementara dan telah disosialisasikan kepada pelanggan.

”Masyarakat diharapkan dapat menunggu hingga aliran air kembali jernih sebelum digunakan untuk kebutuhan konsumsi,” tutupnya.