Peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW di GOR Paninggilan, Kecamatan Ciledug, Minggu (30/11/25), berlangsung khidmat dan penuh keharuan. Lantunan salawat serta tausiah para ulama mengikat ratusan jamaah dalam suasana religius dan semangat meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, yang hadir dan memberikan sambutan, menegaskan bahwa Maulid Nabi bukan sekadar agenda seremonial, tetapi momentum untuk melakukan refleksi dan memperbaiki diri. Ia mengajak masyarakat menjadikan keteladanan Nabi sebagai landasan dalam memperkuat silaturahmi, kepedulian sosial, serta keharmonisan di lingkungan masing-masing.
“Keteladanan Rasulullah SAW bukan hanya untuk diingat, tetapi diamalkan. Dimulai dari hal-hal sederhana seperti saling menghargai, menjaga kebersihan, dan menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama,” ujar Sachrudin.
Ia menambahkan bahwa keharmonisan antara masyarakat dan pemerintah merupakan wujud nyata dari nilai-nilai akhlak yang dicontohkan Rasulullah.
“Kolaborasi dan gotong royong menjadi kunci terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan sejahtera,” lanjutnya.
Selain aspek sosial, Sachrudin juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan di tengah padatnya aktivitas masyarakat. Ia mendorong warga untuk membiasakan pola hidup bersih, aktif bergerak, serta memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan pemerintah.
Isu lingkungan turut menjadi perhatian dalam kesempatan tersebut. Sachrudin mengajak masyarakat lebih disiplin dalam mengelola sampah, mengingat dampaknya terhadap potensi banjir, pencemaran lingkungan, dan gangguan kesehatan.
“Perubahan perilaku dimulai dari langkah kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Mengelola sampah adalah bagian dari akhlak kita. Kesadaran menjaga lingkungan adalah bukti kepedulian kita terhadap sesama dan masa depan generasi,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa sampah memiliki potensi ekonomi apabila dikelola dengan baik. Melalui kreativitas dan inovasi, sampah dapat diolah menjadi kompos, kerajinan daur ulang, hingga eco-brick yang memiliki nilai ekonomis.
“Jika dikelola dengan benar, sampah bukan hanya masalah, tapi juga bisa menjadi cuan. Ini peluang ekonomi yang bisa dimanfaatkan warga sekaligus menjaga lingkungan,” pungkasnya.